Angka Kecelakaan Pelajar di Banyuwangi Tinggi, Polisi Gelar Razia

"Pagi hari berangkat maupun pulangnya dari sekolah menuju ke rumah ini sering terjadi kecelakaan, baik luka ringan, luka berat, bahkan ada yang meninggal dunia."

Rabu, 02 Agus 2017 11:25 WIB

Ilustrasi (foto: KBR/Muji L.)

KBR, Banyuwangi- Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian Banyuwangi Jawa Timur, mencatat angka Kecelakaan lalu lintas di wilayahnya selama satu semester ini meningkat. Menurut Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Banyuwangi,  Risadrian Yuda Nugraha,  semester pertama 2017 ini  ada 30 kasus kejadian  dengan korban meninggal  16 orang dan luka berat 2 orang.  Sedangkan semester sebelumnya  angka laka lantas 25 kasus dengan meninggal  10 orang dan    luka berat  2 orang.

Kata Yuda, dari jumlah tersebut  30 persen   didominasi anak usia pelajar SD hingga SMP. Kata dia, rata- rata korban meninggal  akibat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar  per bulanya mencapai 2 orang selama satu smester ini.

“Polres Banyuwangi mengambil langkah  terhadap seringnya kasus-kasus  kecelakaan yang melibatkan pelajar. Pagi hari berangkat maupun pulangnya dari sekolah menuju ke rumah ini sering terjadi kecelakaan, baik luka ringan, luka berat, bahkan ada yang meninggal dunia. Kita mobile, kita hunting adek-adek kita anak –anak SMP yang masih menggunakan sepeda motor sendiri padahal SMP belum punya SIM kita hentikan,” kata Risadrian Yuda Nugrah, Rabu (2/8/2017) di Mapolres Banyuwangi.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Banyuwangi,  Risadrian Yuda Nugraha menegaskan anak di bawah umur seharusnya tidak boleh  menggunakan sepeda motor sendiri, karena risikonya cukup tinggi.

Untuk menekan angka kecelakaan  terutama di kalangan pelajar sekolah, Satuan Polisi Lalu Lintas Banyuwangi  merazia kendaraan bermotor yang dikendarai pelajar. Diharapkan langkah ini bisa meminimalisir peristiwa laka lantas yang melibatkan pelajar  di Banyuwangi.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Jokowi : Start Up Jangan Dicekik Regulasi

  • Kemendagri Persilakan TNI Gunakan Fasilitas Pemda Untuk Pemutaran Film G30S
  • Kasus Saracen, Alasan Polisi Periksa Kejiwaan Tersangka
  • Produksi PCC di Purwokerto Capai Ratusan Ribu Butir