Wisatawan Ditarik Pungutan Tak Resmi, Dinas Pariwisata Bondowoso: Itu Bukan Urusan Kami

"Kita belum ada komunikasi dengan BKSDA soal (pungutan di) Kalipahit."

Senin, 29 Agus 2016 14:59 WIB

Salah satu objek wisata air terjun Kalipahit di Bondowoso (Foto: Widharsa KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bondowoso– Pungutan liar atau pungli di sejumlah objek wisata di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, semakin tak terkendali. Ini menyusul adanya laporan dari wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Kalipahit yang mengaku dipaksa membayar retribusi tak resmi oleh sekelompok orang.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi Promosi, Dinas Pariwisata Bondowoso, Arif Setyo Raharjo mengatakan, sudah mengetahui terkait banyaknya pungli di beberapa lokasi wisata di Kecamatan Sempol. Namun pihaknya berdalih, wilayah pungli terjadi bukanlah kewenangan Dinas Pariwisata melainkan kewenangan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

"Kalipahit itu wilayahnya BKSDA, kewenangannya di sana. Kita belum ada komunikasi dengan BKSDA soal Kalipahit. Kalau laporan ada, kita terima. Cuma memang kendalanya wilayah di Sempol kan kalau tidak milik BKSDA, Perhutani ya PTPN XII," kata Arif Setyo kepada KBR, Senin (29/8/2016).

Menurut Arif, selain terkendala kewenangan wilayah, minimnya jumlah personel juga menjadi salah satu alasan Dinas Pariwisata tak mampu membendung banyaknya pungutan liar. Arif bahkan mengaku hanya ada 1 objek wisata di Kawasan Wisata Agropolitan Sempol yang menarik retribusi secara resmi kepada pengunjung yakni Pemandian Air Panas.

"Itu juga banyak yang mengeluh, tarifnya tidak sesuai dengan perda," imbuhnya.

Beberapa kali KBR memantau, sejumlah objek wisata yang dipromosikan oleh Dinas Pariwisata Bondowoso memang kerap kali ditemui adanya pungutan liar mulai dari tiket parkir hingga tiket yang dikenakan kepada perorangan. Ini terlihat di Air Terjun Kalipahit dan Air Terjun Gentongan. Tarifnya beragam mulai Rp 5.000 hingga Rp 10.000.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta