Tiga Skenario PDIP Hadapi Pilkada DKI

Keputusan partai akan diumumkan pada detik-detik terakhir pengajuan calon.

Jumat, 12 Agus 2016 08:43 WIB

Pengurus tujuh politik bergandengan tangan, menjalin Koalisi Kekeluargaan untuk menghadapi pemilihan gubernur DKI 2017. Tujuh partai itu adalah Demokrat, PKS, PDIP, PAN, Gerindra, PPP dan PKB. (Foto:



KBR, Jakarta - PDI Perjuangan memegang tiga skenario menghadapi pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 2017.

Salah satu skenario adalah mengusung calon gubernur petahana yaitu Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga mengatakan saat ini PDIP masih memproses masukan dari daerah. Mereka masih mengamati dinamika politik yang terjadi.

"Itu skenario ketiga (mencalonkan petahana). Petahana tentu bersama kader kita. Nah kan begitu. Ini tentunya juga seperti gayung bersambut, seperti bertepuk dua belah tangan. Tidak bisa hanya sebelah tangan. Tentunya kalau beliau ingin supaya PDI Perjuangan mendukung, kan tentunya beliau (Ahok) minta supaya didukung. Begitu kan?" kata Eriko kepada KBR melalui sambungan telepon, Kamis (11/8/2016)..

Skenario pertama adalah PDI Perjuangan mengambil satu dari enam orang calon yang telah menjalani seleksi fit and proper test pada Juli lalu. Calon terpilih akan dipasangkan dengan salah seorang kader PDI Perjuangan.

Skenario kedua adalah, PDI Perjuangan masih menimbang kemungkinan mengajukan pasangan calon dari internal partai. Alasannya, perolehan suara dan kursi PDI Perjuangan pada Pemilu 2014 lalu mencukupi untuk mengusulkan pasangan calon sendiri tanpa berkoalisi dengan partai lain. Di DKI, PDIP mengantongi 27,15 persen suara dan memperoleh 28 kursi di DPRD DKI.

Eriko mengatakan keputusan partai akan diumumkan pada detik-detik terakhir pengajuan calon. Pengajuan calon ke KPU DKI Jakarta akan dilakukan pada 19-21 September 2016 mendatang.

Terkait koalisi kekeluargaan yang kemarin telah diumumkan bersama PAN, PKB, PKS, Gerindra, dan Demokrat, Eriko mengatakan itu adalah mekanisme partai. Sedangkan keputusan akhir tetap ada di DPP Partai.

"Saya sampaikan bahwa mekanisme di PDIP itu menghargai proses dari tingkat bawah. Dari RW sampai DPD. DPD ini sedang terjadi (koalisi kekeluargaan). DPD PDIP komunikasi dengan partai lain yang tadi disebut koalisi kekeluargaan itu. Nah hasil komunikasi yag ada DPD ini yang disampaikan DPP jadi untuk jadi masukan. Tapi keputusan akhir ranahnya tetap di DPP," lanjut Eriko.

Editor: Agus Luqman

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Impor barang dari luar negeri selalu diawasi dan memiliki ketentuan, jangan sampai Anda menjadi orang yang tidak tahu ketentuan yang dimiliki Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno Hatta