Pemeriksaan kesehatan bayi di fasilitas kesehatan. Foto: Antara


KBR, Situbondo-  Masyarakat Situbondo masih banyak yang menggunakan jasa dukun beranak untuk membantu proses persalinan. Kepala Dinas Kesehatan Situbondo Abubakar Abdi mengaku selain faktor budaya, minimnya tenaga medis di beberapa lokasi juga menjadi penyebab masih tingginya masyarakat menggunakan jasa dukun beranak. Padahal kata dia, selain resiko kematian, kesehatan anak juga sulit diproteksi sejak dini.

Beberapa kecamatan di Situbondo yang masyarakatnya masih menggunakan dukun beranak jika melakukan persalinan. Antara lain di Kecamatan Mlandingan, Kecamatan Jatibanteng, dan Kecamatan Sumbermalang.

“Kalau secara kultur kan sulit, wilayahnya luas, jadi di pegunungan-pegunungan itu yang tenaga medis kita yang sebaranya tidak merata, kadang-kadang tidak ada sehingga dukun bayi ini yang memegang peran,” kata Abubakar Abdi, Senin (15/8/2016).

Abubakar mengaku pihaknya kesulitan untuk menghilangkan praktek dukun beranak. Meski begitu pihaknya telah membentuk paguyupan untuk dukun beranak. Ini sebagai upaya mengatasi resiko kematian pada proses persalinan di dukun beranak. Dalam paguyupan itu, para dukun beranak diberikan penyuluhan proses persalinan.

“Lambat tahun dikerjasamakan antara dukun bayi dan tenaga medis dan sudah mulai berjalan.”

Saat ini di beberapa lokasi kata Abu Bakar, sejumlah bidan mulai berbagi peran dengan dukun beranak. Misalnya, untuk urusan memijat dan memandikan bayi dilakukan dukun beranak, sedangkan proses persalinan hingga masalah kesehataan dan asupan gizi bayi ditangani bidan. Hal itu diharapkan bisa menekan angka kematin ibu dan bayi pada proses persalinan di Situbondo.

Dinas Kesehatan Situbondo mengklaim Angka Kematian Ibu (AKI) pada saat melahirkan setiap tahunnya terus menurun. Pada 2012 angka kematian ibu melahirkan berjumlah 19 orang, pada 2013 menurun menjadi 17 orang, dan pada 2014 angka kematian ibu 17 orang.

Data itu juga menyebut pada 2015 angka kematian ibu kembali menurun menjadi 13 orang dari jumlah ibu melahirkan hidup atau selamat sebanyak 9.435 orang. pada bulan Januri 2016 angkanya menjadi 9 orang. Dinas menargetkan angka kematian ibu melahirkan terus menurun pada tahun ini hingga menjadi nol AKI.

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!