Ternak sapi di Jawa. Foto: ANTARA



KBR, Banyuwangi - Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KP) Tanjungwangi dan Balai Karantina Hewan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menyita enam truk tronton bermuatan sekitar 166 sapi Bali. Sapi-sapi tersebut ditolak masuk ke Jawa lantaran tak dilengkapi dokumen resmi alias bodong.

Menurut Kepala Kantor Karantina Pertanian Ketapang, Imam Agung, menjelang Hari Raya Idul Adha saat ini banyak pengiriman sapi. Untuk itu pihaknya bersama kepolisian menggelar razia hewan ternak di Pelabuhan Ketapang.

Menurutnya, setiap ternak yang dikirim dari luar pulau harus dilengkapi dokumen lengkap. Mulai izin pengiriman dari pemerintah, karantina asal hingga surat jalan. Karena bodong, ternak sapi tersebut dianggap liar dan membahayakan.

Terlebih lagi hingga kini di wilayah Indonesia bagian timur masih belum terbebas dari penyakit hewan yang membahayakan bagi manusia dan antar hewan itu sendiri, seperti penyakit antraks dan rabies.

“Untuk sementara ini yang kita periksa ada enam truk total ekornya kurang lebih 100 lebih. Karena persyaratan dokumenya belum lengkap dari P2T, Perizinan, Dinas Peternakan maupun Balai Karantina. Ini kita lakukan operasi gabungan,” kata Imam Agung, Kamis (25/8/2016).

Sementara itu, Kapolsek KP3 Tanjungwangi, Banyuwangi, Surdarmaji mengatakan, pihaknya sebelumnya menerima laporan adanya ternak bodong dari Bali. Aksi ini menyusul banyaknya permintaan ternak sapi jelang Hari Raya Idul Adha.

Untuk itu pihaknya bersama balai karantina hewan Ketapang langsung melakukan razia. Razia ini untuk memastikan seluruh ternak yang dikirim dari Bali memiliki dokumen lengkap. Sebab, muncul indikasi, banyak dokumen kadaluwarsa yang tetap digunakan mengirimkan ternak dari Bali.

Modusnya, dokumen yang dibawa pengurus dari Bali dipakai lagi ketika ternak berhasil menyeberang ke Jawa.

Kata dia, untuk hewan hasil razia ditempatkan di balai karantina hewan Ketapang untuk diperiksa kesehatannya, sebelum nantinya hewan ternak tersebut dikebalian ke daerah asal.



Editor: Quinawaty
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!