Stok Minim, Harga Daging Ayam di Mataram Melambung

Kebutuhan daging ayam di Kota Mataram mencapai 17 ton per hari, sementara persediaan daging ayam saat ini sekitar 13 ton per hari.

Selasa, 16 Agus 2016 11:17 WIB

Ilustrasi peternakan ayam. (Foto: ditjennak.pertanian.go.id)



KBR, Mataram - Harga daging ayam di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat melambung tinggi di pasaran. Harga yang semula Rp35 ribu per kg melonjak hingga Rp42 ribu per kg.

Melonjaknya harga daging ayam disebabkan karena kurangnya persediaan daging ayam di Mataram. Bibit ayam yang masuk ke Mataram berkurang pada bulan lalu.

Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram Mutawalli mengatakan kebutuhan daging ayam di Kota Mataram cukup tinggi, mencapai 17 ton per hari. Sementara persediaan daging ayam saat ini sekitar 13 ton per hari. Hal ini disebabkan karena bibit ayam yang masuk ke Kota Mataram bulan lalu berkurang.

Mutawalli mengatakan langkah yang dilakukan saat ini adalah berkoordinasi dengan perusahaan besar untuk mengirimkan bibit ayam ke Kota Mataram. Hal ini dilakukan agar bulan depan harga ayam bisa normal kembali.

"Kelangkaan daging ayam di kota Mataram disebabkan karena kelangkaan stok. Dalam keadaan normal di kota Mataram kita butuhkan 17 ton per hari, nah sekarang posisinya maksimal hanya 13 ton yang bisa ada. Apa penyebabnya? Menjelang lebaran kemarin, DOC (day old chicken) atau bibit ayam yang dari Jawa itu sedikit masuk ke kota, sehingga stok kita menjadi berkurang sekarang," ujar Mutawalli, Selasa (16/8/2016).

Mutawalli mengatakan Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kota Mataram juga akan berkoordinasi dengan para pengusaha yang ada di Lombok untuk memasukkan ayamnya ke Kota Mataram. Jumlah pengusaha besar pemasok ayam ke Kota Mataram saat ini hanya tiga perusahaan. Sementara pengusaha kecil yaitu sekitar empat hingga lima pengusaha saja.

Selain karena persediaan terbatas, melonjaknya harga daging juga disebabkan karena permintaan yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan karena banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?