Soal Dugaan Penistaan Agama, Polres Tanjungbalai Periksa 11 Saksi

Polres Tanjungbalai masih menunggu saksi ahli dari Universitas Sumatera Utara.

Minggu, 21 Agus 2016 15:42 WIB

Suasana Vihara Tri Ratna sehari pasca kejadian. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kepolisian Resor Tanjungbalai, Sumatera Utara mengatakan sudah memeriksa 11 saksi dalam kasus dugaan penistaan agama yang menyeret warga Tanjungbalai berinisial M. M adalah warga yang memprotes volume pengeras suara di salah satu masjid.

Kapolres Tanjungbalai Ayep Wahyu mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu saksi ahli dari Universitas Sumatera Utara. Rencananya ada satu saksi ahli yang bakal didatangkan.

"Kita sudah dapat surat jawaban dari Universitas Sumatera Utara, sudah ditunjuk saksi ahli yang akan memberikan keterangan. Kemarin kita koordinasi lagi soal waktu pemeriksaannya,"ujar Ayep kepada KBR, Minggu (21/8/2016).

Ayep belum bisa memastikan jadwal pemeriksaan saksi ahli dari USU. Menurutnya, Polres Tanjungbalai masih fokus pada pemberkasaan 11 tersangka yang menjadi pelaku pembakaran Wihara dan Klenteng.

"Kalau untuk yang 11 orang yang ditangguhkan, pemeriksaan kan sudah, tinggal penyusunan berkas perkaranya,"ungkapnya. Lanjut Ayep, berkas itu nantinya akan diserahkan kepada Kejaksaan untuk diperiksa. Jika sudah lengkap akan masuk ke penuntutan.

Sebelumnya, warga berinisial M dilaporkan atas tuduhan penistaan agama. Laporan terhadap M, tidak diajukan oleh masyarakat, melainkan oleh polisi sendiri melalui salah seorang anggota Babinkamtibmas mereka. Tindakan M yang diduga meminta volume pengeras suara masjid dikecilkan dianggap sebagai salah satu pemicu kerusuhan, yang berakibat beberapa wihara dan kelenteng rusak dan dijarah.

Berita lain: Bebaskan Sandera Abu Sayyaf, Indonesia Terus Komunikasi dengan Filipina


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing