Seribuan Massa Duduki Gedung DPRD Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa

"Menyatakan ini murni gerakan rakyat Bali untuk mempertahankan kelestarian pesisir Teluk Benoa."

Kamis, 25 Agus 2016 15:13 WIB

Ribuan massa aksi tolak reklamasi duduki gedung DPRD Bali. Foto: Yulius Martoni/KBR

KBR, Bali - Seribuan massa memadati lapangan DPRD Bali menolak reklamasi Teluk Benoa. Aksi dimulai dari parkir timur lapangan Renon dilanjutkan dengan melakukan longmarch menuju gedung DPRD Bali.

Dalam aksinya, massa melakukan orasi dari sejumlah desa adat di Bali. Sejumlah perwakilan desa adat mengatakan, yang diperlukan Bali adalah pemerataan pembangunan. Pasalnya, saat ini pembangunan hanya berpusat di Bali Selatan sementara Singaraja, Karang Asem dan Buleleng tidak berjalan maksimal.

Dalam pernyataan sikapnya, For Bali meminta DPRD Bali merekomendasikan kepada presiden agar membatalkan Perpres Reklamasi Teluk Benoa dan mengembalikan kawasan Teluk Benoa menjadi kawasan konservasi. Mereka juga meminta semua pihak menghargai dan menghormati hak-hak masyarakat adat terhadap pesisir kawasan Teluk Benoa.

"Menyatakan ini murni gerakan rakyat Bali untuk mempertahankan kelestarian pesisir Teluk Benoa dan masyarakat Bali menyatakan dukungan terhadap desa adat Bali di tengah tidak ada dukungan dari pemerintah daerah", ujar Koordinator For Bali, Wayan Gendo, Kamis (25/8/2016).

Massa juga meminta gubernur Bali agar bersurat kepada presiden membatalkan reklamasi Teluk Benoa sebagai pertanggungan politik.

Sementara itu, Koordinator For Bali, Wayan Gendo menyatakan tidak pernah berbuat rasis seperti yang dilaporkan LSM Pospera. Kata dia, kriminalisasi atas dirinya tidak akan mengurangi semangat menolak reklamasi. Ia mengaku, sudah 176 Kuasa hukum akan mendampinginya.

Dalam aksi, massa memasang bendera berukuran besar di gedung DPRD Bali.




Editor: Quinawaty
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.