Kapolda Sulteng Rudy Sufahriadi (Foto: KBR/Erna D.)



KBR, Palu – Satu orang kelompok Santoso yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Poso tewas, saat kontak tembak terjadi di Desa Padopi, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (17/08/2016). Baku tembak antara tim Satgas dan kelompok Santoso terjadi sekira pukul 08.35 Wita.

Satu orang yang tewas  diduga merupakan warga suku Uigur, Cina. Sementara satu orang lainnya melarikan diri.
 
Kata Kapolda Sulteng Rudy Sufahriadi sebelum kontak tembak  terjadi tim satgas sudah berteriak  ke arah dua OTK. Namun dua OTK tersebut malah melepaskan tembakan dan melempar bom lontong ke arah tim Satgas. Beruntung bom lontong yang dilemparkan ke arah tim Satgas tidak meledak.
 
“Jadi dari hasil kerjaan intelejen, laporkan kepada anggota operasional ada satu titik yang diduga ada DPO-nya. Kemudian dilakukanlah pengecekan. Baru dilakukan pengecekan mereka sudah melawan dan melempar bom langsung ditembak oleh petugas. Dengan tertembaknya satu orang DPO kelompok Santoso, saat ini DPO yang tersisa tinggal 14 orang lagi,” kata Kapolda Sulteng Rudy Sufahriadi, usai mengikuti upara kemerdekaan RI yang ke 71 di lapangan kantor Gubernur, Rabu (17/08).


Dugaan sementara sisa kelompok Santoso mendekati perkampungan, lantaran kekurangan makanan, sehingga terpaksa turun gunung untuk mencari bahan makanan. Sementara itu, soal senjata api yang digunakan saat baku tembak terjadi mirip senjata M 16. Terkait dengan baku tembak ini, Kapolda mengimbau agar sisa kelompok Santoso yang masih berada di atas pegunungan wilayah Poso untuk segera menyerahkan diri, dan menjalankan proses hukum yang ada.
 
Sementara itu, proses evakuasi terhadap jenazah suku Uigur yang diketahui bernama Ibrahim itu, sedang dilakukan dan akan dibawa ke Palu. Dengan tewasnya Ibahim, saat ini tidak ada lagi  warga Suku Uigur yang bergabung dengan kelompok Santoso.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!