KBR, Bondowoso - Sejumlah pembangunan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur terancam tertunda lantaran pembekuan sementara sebagian Dana Alokasi Umum (DAU) oleh Kementerian Keuangan.

Sekretaris Daerah Pemkab Bondowoso, Hidayat mengatakan, pemotongan akan berpengaruh utamanya pada pembangunan dan kegiatan yang bersumber dari DAU. Untuk itu pihaknya akan segera melakukan pertemuan dengan Badan Anggaran untuk menemukan solusi.

"Nanti kita lihat pekerjaan yang bisa ditunda ya akan ditunda dulu. Sementara yang jadi skala prioritas akan tetap kita jalankan sebisa mungkin," kata Hidayat di Bondowoso, Kamis (25/8/2016).

Meski begitu, ia menampik anggapan bahwa penundaan penyaluran DAU ini akibat rendahnya serapan anggaran Pemkab Bondowoso. Hidayat bahkan menjamin, serapan anggaran di daerahnya kini mencapai 60%.

"Ini kebijakan pemerintah pusat. Tidak ada kaitan dengan serapan anggaran rendah. Di Bondowoso serapan anggaran sudah 60%," imbuhnya.

Bondowoso, menjadi salah satu kabupaten yang penyaluran Dana Alokasi Umumnya ditunda oleh Kementerian Keuangan hingga akhir tahun nanti. Kebijakan ini sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 125/PMK.07/2016 tentang penundaan penyaluran sebagian dana alokasi umum tahun anggaran 2016.

Baca juga:

Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK) Bondowoso, Farida mengatakan anggaran DAU yang ditunda penyalurannya mencapai Rp100 miliar.

"Total ada 169 Kabupaten/Kota. Penundaan kita setiap bulan sekitar Rp24 milyar jadi kalau dihitung dari September hingga Desemeber total Rp100 milyar yang ditunda. Dampaknya ya kita harus melakukan penghematan betul tahun ini," kata Farida kepada KBR, Kamis (25/8/2016).

Kementerian Keuangan merilis kebijakan pemangkasan anggaran, salah satunya melalui penundaan penyaluran sebagian dana alokasi umum (DAU). Jawa Timur berada di urutan kedua sebagai provinsi dengan penundaan pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) paling besar setelah Jawa Barat. 

Pada laman resmi Kemenkeu disebutkan, Jawa Timur mendapat penundaan Rp75,724 miliar mulai September mendatang. Artinya, hingga akhir tahun, Jawa Timur akan kehilangan anggaran hingga Rp302,896 miliar.




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!