Kartu Indonesia Pintar salah sasaran di Rembang, Jateng. (Foto: KBR/Musyafa)



KBR, Rembang- Sebagian besar desa di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah terpaksa menahan Kartu Indonesia Pintar (KIP), karena dinilai tidak tepat sasaran. KIP merupakan program pemerintahan Joko Widodo, berupa bantuan uang untuk siswa keluarga miskin.
 
Kepala Desa Sumbergirang Kec. Lasem, Marjuki menduga penyaluran kartu terlambat. Kata dia, KIP tidak tepat sasaran, karena penerimanya ganda, sudah lulus sekolah atau bahkan telah lama menikah.

Kata Marjuki,  banyak penerima yang tidak lagi menjadi pelajar. Dia beralasan menahan karena kalau kartu tetap diberikan,   akan memicu protes masyarakat. Di desanya, lebih dari 100 keping Kartu Indonesia Pintar masih disita oleh pihak desa.

 “Selain nama dobel, penerima sudah lulus atau bahkan menikah. Kuotanya tidak tepat sasaran, ya tidak bermanfaat. Yang jadi sasaran kepala desa serta perangkat,“ jelas Kepala Desa Sumbergirang Kec. Lasem, Marjuki  kepada KBR, Jumat (12/08).
 

Kepala desa lainnya di Kec. Lasem, Syaeful Sodiqin menuding pemerintah pusat memakai data asal-asalan. Kata dia, desa tidak pernah dilibatkan.

Menurut dia, kalau terus seperti itu tiap ada program dari pemerintah,  sama saja membenturkan aparat desa dengan warganya sendiri. Apalagi sampai sekarang belum ada solusi, untuk menindaklanjuti temuan KIP yang bermasalah. Dinas terkait di daerah ketika ditanya, jawabannya tidak tahu menahu.

 

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!