Ilustrasi. (Foto: Ryan Thompson/Creative Commons/CC-BY-SA 2.0)



KBR, Kupang - Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur mengklaim populasi ternak sapi di daerah itu meningkat.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menjelaskan populasi sapi pada tahun 2015 sebanyak 902 ribu lebih. Jumlah itu meningkat sekitar empat persen dibanding 2014, dimana populasi sapi di NTT hanya 865 ribu lebih.

"Untuk perdagangan ternak sapi antar pulau mengalami peningkatan tiap tahun. Tahun 2014 sebanyak 49.658 ekor. Tahun 2015 menjadi 52.811 ekor. Kuota pengiriman tahun 2016 meningkat menjadi 56.250 ekor atau mengalami kenaikan kurang lebih 6,43 persen," kata Frans Lebu Raya di Kupang, Rabu (17/8/2016).

Baca: Mentan Klaim Kebutuhan Sapi Idul Adha Aman

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menambahkan Pemerintah NTT melarang peternak mengirim sapi betina produktif ke Pulau Jawa.

Saat ini sekitar 10 persen sapi yang berada di masyarakat adalah bantuan sosial baik dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Data Dinas Peternakan NTT menyebutkan populasi sapi di NTT dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2011, populasi sapi NTT mencapai 778,6 ribu ekor. Tahun 2012 sebanyak 814.450 ekor, tahun 2013 naik menjadi 823.135 ekor. Tahun 2014 menjadi 856 ribu dan 2015 menjadi 869.731 ekor. Namun, untuk sapi jantan siap potong yang tersedia hanya bisa mencukupi hingga akhir Agustus.

Baca: Minta Harga Daging Diturunkan, Presiden Panggil 5 Menteri

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!