Populasi Sapi di NTT Meningkat

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menambahkan Pemerintah NTT melarang peternak mengirim sapi betina produktif ke Pulau Jawa.

Rabu, 17 Agus 2016 15:44 WIB

Ilustrasi. (Foto: Ryan Thompson/Creative Commons/CC-BY-SA 2.0)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Kupang - Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur mengklaim populasi ternak sapi di daerah itu meningkat.

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menjelaskan populasi sapi pada tahun 2015 sebanyak 902 ribu lebih. Jumlah itu meningkat sekitar empat persen dibanding 2014, dimana populasi sapi di NTT hanya 865 ribu lebih.

"Untuk perdagangan ternak sapi antar pulau mengalami peningkatan tiap tahun. Tahun 2014 sebanyak 49.658 ekor. Tahun 2015 menjadi 52.811 ekor. Kuota pengiriman tahun 2016 meningkat menjadi 56.250 ekor atau mengalami kenaikan kurang lebih 6,43 persen," kata Frans Lebu Raya di Kupang, Rabu (17/8/2016).

Baca: Mentan Klaim Kebutuhan Sapi Idul Adha Aman

Gubernur NTT Frans Lebu Raya menambahkan Pemerintah NTT melarang peternak mengirim sapi betina produktif ke Pulau Jawa.

Saat ini sekitar 10 persen sapi yang berada di masyarakat adalah bantuan sosial baik dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Data Dinas Peternakan NTT menyebutkan populasi sapi di NTT dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2011, populasi sapi NTT mencapai 778,6 ribu ekor. Tahun 2012 sebanyak 814.450 ekor, tahun 2013 naik menjadi 823.135 ekor. Tahun 2014 menjadi 856 ribu dan 2015 menjadi 869.731 ekor. Namun, untuk sapi jantan siap potong yang tersedia hanya bisa mencukupi hingga akhir Agustus.

Baca: Minta Harga Daging Diturunkan, Presiden Panggil 5 Menteri

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.