Polda Periksa Lima Brimob Sugapa Terkait Tewasnya Pelajar

"Lima yang bersama-sama pada saat itu, tapi siapa yang mengeluarkan tembakan di antara mereka, perlu didalami. Mereka mengakui bahwa mereka memang bersama-sama bergerak menuju korban"

Rabu, 31 Agus 2016 14:35 WIB

Tembak hingga tewas seorang remaja, massa bakar Polsek Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua. (Sumber: FB Yoakim)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jayapura– Kepolisian Papua memeriksa lima orang anggota Brimob, pasca insiden penembakan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya yang menewaskan Etinus Sondegou, pelajar 15 tahun.

Kapolda Papua, Paulus Waterpauw menyebutkan saat ini lima anggotanya telah diperiksa bersama dengan lima warga sipil lainnya yang diduga mengetahui kejadian tersebut. Polisi juga mengantongi satu orang saksi mahkota yakni anggota Polsek Sugapa atas kejadian tersebut.

“Yang bergerak bersama tuh lima orang tapi di antara lima itu yang menembak, nanti kita lihat. Lima yang bersama-sama pada saat itu, tapi siapa yang mengeluarkan tembakan di antara mereka, perlu didalami. Mereka mengakui bahwa mereka memang bersama-sama bergerak menuju korban, sembari mengeluarkan tembakan,” kata Waterpauw.

Jenasah Etinus saat ini sudah dimakamkan di Sugapa. Keluarga korban menuntut keadilan atas kasus yang menimpa anaknya. Jenasah Etinus juga tak dilakukan otopsi sebelum dilakukan pemakaman.

Sabtu, 27 Agustus lalu, Etinus meregang nyawa di sekitaran Pasar Sugapa. Etinus ditembak oleh anggota Brimob, sesaat setelah Etinus bersama tiga rekannya yang sedang dipengaruhi miras melakukan pemalangan jalan. Pasca penembakan itu, warga marah dan membakar Polsek Sugapa hingga rata dengan tanah.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sampaikan Pledoi, Andi Narogong: Saya Salah Dan Minta Maaf Kepada Seluruh Rakyat Indonesia

  • Penyuap Panitera PN Jaksel Dituntut 3 Tahun Penjara
  • Presiden Jokowi Bahas Industri Pertahanan dan Kesejahteraan Prajurit dengan Panglima TNI
  • Menteri Pendidikan: Ada Ketidaksengajaan Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi