Polda Jateng Perketat Awasi 'Jalur Tikus' Narkoba

Jumlah pelabuhan yang tidak terjaga dan ilegal di Jawa Tengah sangat banyak, tersebar di sepanjang Pantai Utara dan Pantai Selatan.

Rabu, 10 Agus 2016 15:24 WIB

Ilustrasi. Narkoba hasil sitaan polisi. (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

ARTIKEL TERKAIT



KBR, Banyumas – Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengawasi pelabuhan tak resmi yang tersebar di seluruh Jawa Tengah untuk mengantisipasi masuknya narkoba dan barang ilegal lain dari jalur laut.

Wakil Kepala Polda Jawa Tengah, Amhar Azeth mengatakan Kapolda Jawa Tengah Condro Kirono telah memerintahkan seluruh Kapolres Kapoltabes untuk mendata, mengawasai dan mengantisipasi masuknya narkoba di dermaga atau pelabuhan tak resmi.

Amhar mengatakan jumlah pelabuhan yang tidak terjaga di Jawa Tengah sangat banyak. Pelabuhan tak resmi tersebut tersebar di sepanjang Pantai Utara dan Pantai Selatan.

Menurut Amhar, Jawa Tengah memiliki garis pantai yang panjang, baik di sisi utara maupun di selatan sehingga rawan menjadi jalur masuk narkoba atau barang ilegal lain dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Bapak Kapolda telah mencanangkan untuk seluruh kegiatan, dalam program 100 hari ini. Yaitu meningkatkan kegiatan penanggulangan masuknya narkoba di pelabuhan-pelabuhan yang tidak terjaga," kata Amhar Azeth.

"Ini biasa kita sebut jalan tikus, jalur masuknya barang-barang haram. Jumlah 'jalan tikus' ini banyak sekali di Jawa Tengah," lanjut Amhar.

Amhar Azeth menjelaskan, kepolisian juga mengajak seluruh masyarakat ikut memerangi kejahatan, terutama narkoba.

Polda Jawa Tengah juga membuka ruang bagi masyarakat yang punya informasi mengenai kejahatan narkoba atau lainnya. Amhar mengatakan, tanpa bantuan masyarakat, kepolisan juga akan kesulitan memberantas kejahatan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.