Perusakan Patung Jalan Salib, Bupati Perintahkan Cegah Konflik

"Kami berupaya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami berusaha sebaik-baiknya,"

Rabu, 10 Agus 2016 17:58 WIB



KBR, Yogyakarta-  Bupati Sleman Sri Purnomo memerintahkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)   bertindak cepat mencegah timbulnya konflik. Perintah dikeluarkan pasca perusakan 2 patung  di Goa Maria Sendang Sriningsih Dusun Jali Desa Gayamharjo Kec. Prambanan.

Bupati memastikan   peristiwa yang terjadi di wilayahnya langsung mendapatkan perhatian penuh.

"Tadi dari Forkopimda telah berkoordinasi di lokasi kejadian termasuk Kapolres, Dandim dan Camat. Kami berupaya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami berusaha sebaik-baiknya," kata Sri Purnomo, Rabu (10/08).

Selanjutnya, pemkab Sleman berupaya meredam permasalahan dan menjaga situasi kembali normal. Sri Purnomo mengklaim, situasi di Goa Maria Sendang Sriningsih aman. 

Sementara itu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY menyatakan pengrusakan patung jalan salib  sebagai perbuatan kriminal. Kepala Kesbangpol DIY Agung Supriyono mengatakan peristiwa tersebut sebagai insiden yang terus didalami.

"Karena peristiwanya baru ya. Saya sudah tahu berita itu tapi belum koordinasi lebih lanjut. Ini mesti kepada penyidik dulu nanti kami lihat informasinya kayak apa," kata Agung.

Agung menuturkan  telah menyampaikan  informasi adanya pengrusakan itu pada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DIY. Tujuannya untuk membantu mencegah keresahan masyarakat dan tidak terpancing ke arah konflik.

"Kami menginformasikan agar tidak ada keresahanlah. Ini hanya perbuatan kriminal yang sudah diantisipasi secara menyeluruh. Kami sudah sampaikan kepada forum umat beragama untuk tidak terpancing. Juga masyarakatnya untuk tidak menjadi suatu yang meresahkan. Ini hanya insiden yang terus didalami sebagai tindakan kriminal," imbuhnya.


Sebelumnya dua patung jalan salib di Goa Maria Sendang Sriningsih di dusun Jali desa Gayamharjo kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman dirusak oleh orang tidak dikenal pada Selasa sore (9/8/2016). Patung yang dirusak berada di perhentian 10 dan 14. Kepolisian  Prambanan tengah mengusut peristiwa ini.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.