Ilustrasi: Pelabuhan Labuan Bajo di Manggarai Barat, NTT. (Foto: maritim.go.id)



KBR, Kupang - Pemerintah segera menetapkan Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT, Marius Ardu Jelamu mengatakan, penetapan badan untuk pengembangan wisata itu segera dikukuhkan dalam bentuk peraturan presiden (Perpres) yang dalam waktu dekat akan dikeluarkan Presiden Joko Widodo.

Kata dia, Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo nantinya tak hanya membangun fasilitas pendukung pariwisata di ibukota Kabupaten Manggarai Barat tersebut, melainkan juga di daerah lain di seluruh NTT.

"Terpilihnya Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 destinasi prioritas nasional yang dalam waktu dekat peraturan presidennya akan menetapkan badan otoritas pengembangan pariwisata Labuan Bajo dan sekitarnya terintegrasi dengan destinasi wisata dan ekonomi kreatif yang tersebar di 22 kabupaten kota di seluruh Nusa Tenggara Timur," jelas Marius di Kupang, Kamis (25/8/2016).

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Marius Ardu Jelamu menambahkan, Labuan Bajo sebetulnya memiliki sejumlah tawaran dan potensi objek wisata, namun masih memerlukan banyak perbaikan. Karenanya, dengan adanya badan khusus tersebut, ia berharap nantinya akan ada banyak pilihan objek wisata dan pengelolaan maksimal terhadap potensi wisata di kawasan ini.

"Di dalam peraturan presiden yang akan ditetapkan itu, pengembangan wisata Labuan Bajo tidak terpisah dari pengembangan wisata dari Pulau Timor, Sumba, Sabtu, Rote, Lembata dan Alor dalam satu kesatuan yang terintegrasi," jelasnya.

Baca juga:

Labuan Bajo merupakan ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Terletak di ujung barat Pulau Flores, kawasan ini merupakan daerah pelabuhan dengan banyak pantai menawan dan pulau kecil, termasuk Pulau Komodo yang menjadi salah satu tujuh keajaiban alam dunia.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap pemerintah pusat memberikan perhatian khusus untuk infrastruktur jalan, listrik dan air bersih. Sebab, ketiga faktor itu kerap menghambat pengembangan pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Pasokan listrik dan infrastruktur jalan menjadi dua hal yang paling sering dikeluhkan masyarakat. Perbaikan atas keduanya juga kerap diutarakan pihak swasta yang ingin berinvestasi di daerah ini.

Selain Labuan Bajo, pemerintah berencana membentuk Badan Otorita Pariwisata di sembilan destinasi wisata prioritas lainnya. Antara lain Danau Toba, Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Morotai (Maluku Utara), Tanjung Kelayang (Bangka Belitung), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Bromo (Jawa Timur), Candi Borobudur, Tanjung Lesung (Banten) dan Kepulauan Seribu (DKI Jakarta). 




Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!