Pemkot Bogor Klaim Siap Laksanakan Full Day School

"Belajar lima hari, artinya setelah Asar mereka sudah pulang, itu sudah full day school."

Jumat, 12 Agus 2016 12:00 WIB

Anak SD sedang melakukan aktivitas di sekolah. (Antara)

Anak SD sedang melakukan aktivitas di sekolah. (Antara)


KBR, Bogor - Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jawa Barat menyatakan siap melaksanakan program full day school (sekolah sepanjang hari) jika program itu ditetapkan sebagai kebijakan pemerintah pusat. 


Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Fachrudin mengatakan infrastruktur sekolah di Kota Bogor sudah cukup memadai untuk melaksanakan program yang saat ini masih dalam taraf wacana itu.

Baca: Kemendikbud Sebut Pilot Project Full Day School di Kota Besar

Selain itu, Fachrudin mengatakan saat ini semua SMA sederajat, baik negeri atau swasta jam sekolahnya sudah setara full day school.

"SMP, SMA dan SMK Negeri semua sudah full day school. Jadi mereka sudah memiliki satu kelas satu ruangan. Dan umumnya belajar lima hari, artinya setelah Asar mereka sudah pulang, itu sudah full day school," kata Fachruddin kepada KBR di Balai Kota Bogor, Jumat (12/8/2016).

Meski begitu, Fachrudin mengatakan full day school yang direncanakan Mendikbud harus memiliki petunjuk teknis atau panduan.

"Hanya SD saja yang belum sepenuhnya memiliki infastruktur yang baik. Karena masih ada satu ruangan dipakai untuk dua kelas. Tapi umumnya, di Kota Bogor kalau full day dijalankan kita sudah siap," kata Fachruddin.

Baca: Daerah Sulit Terapkan Full Day School

Editor: Agus Luqman
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2
  • (Wawancara) Batal Temui Luhut, Senator Australia Kecewa
  • PDIP: Jika Tak Kompak Dukung Pemerintah, Silakan PAN Keluar Dari Koalisi
  • Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara
  • Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

DPR Sahkan UU Pemilu, Jokowi : Sistem Demokrasi Berjalan Baik

  • Gerindra Yakin MK Batalkan Pasal Pencalonan Presiden di UU Pemilu
  • UU Pemilu Untungkan Jokowi
  • Hampir Empat Bulan, Jadup Banjir Aceh Tenggara Belum Cair

Perkawinan anak dibawah usia minimal, menjadi hal memprihatinkan yang seharusnya menjadi perhatian dari pemerintah apabila benar-benar ingin melindungi anak-anak sebagai generasi penerus Bangsa.