Ratusan pelajar SMA Negeri 2 Palu unjukrasa, mendesak kepala sekolah mundur dari jabatannya, lantaran kebijakan yang diterapkan tidak jelas. Foto: KBR: Erna Dwi

KBR, Palu– Ratusan pelajar  SMA Negeri 2 Palu berunjuk rasa di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kota Palu, Sulawesi Tengah. Mereka mendesak kepala sekolah Badrah Lahay mundur dari jabatannya. Desakan ini disuarakan ratusan pelajar lantaran kecewa atas kebijakan Kepsek Badrah.

Menurut Ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) Ichsan, ada 18 poin tuntutan yang tertuang dalam pernyataan sikap yang dibuat pelajar. Beberapa diantarnya adalah, soal dana OSIS, pengadaan fasilitas sekolah dan adanya penebangan pohon peneduh.

“Kami mau kepsek itu diganti, kita sudah muak dengan apa yang dilakukan, fasilitas sekolah yang tidak jelas justru diadakan, seperti pengadaan pot bunga. Yang sebenarnya kami butuhkan infokus, gedung baru, meja belajar,” kata Ichsan, Senin (22/8/2016).

Ratusan pelajar berjalan kaki sejauh satu kilometer dari sekolah mereka yang terletak di jalan Tanjung Dako menuju ke kantor Dikjar di Jalan Mesjid Raya. Di halaman kantor, ratusan pelajar berseragam putih abu-abu ini melakukan orasi mendesak Kepsek Badrah Lahay dinonaktifkan.

“Tiap tahun itu ada program kerja penghijauan tapi belakangan ini ditebang semua dengan alasan yang tidak jelas. Termasuk juga pemangkasan dana OSIS yang sudah kita susun sebelumnya dan disepakati dan tidak dicairkan, itulah beberapa kekacauan yang terjadi.”

Terkait peroslan ini Kepala Bagian Pendidikan Menengah  Rustam Akkas berjanji akan membicarakan persoalan ini dengan kepala dinas. “Keluhan para pelajar ini akan kita tampung dan nanti akan kita bicarakan dengan kepala dinas. Saat ini kepala dinas sedang berada di luar kota. Dengan persoalan ini kita juga akan melakukan inspeksi mendadak,” kata Rustam.  

Para pelajar ini berjanji akan kembali melakukan aksi dan mogok belajar jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Dikonfirmasi soal tuntutan pelajar, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Palu Badrah Lahay mengaku tidak tahu menahu. Kata dia, siswa tidak pernah mengadu kepada dirinya terkait persoalan tersebut. Soal desakan agar dirinya mundur dari jabatan kepala sekolah, ia mengaku tidak masalah.

“Soal desakan mundur,  buat saya tidak masalah karena jabatan ini hanya hinggap saja tidak selamanya. Kalau mengenai kinerja saya limpahkan kepala dinas yang menilai. Hanya saya menyangkan kepada anak-anak kenapa tidak menanyakan kepada saya langsung tentang dana OSIS,” kata Badrah.

Terkait pemangkasan pohon, Badrah mengatakan hal itu berkaitan dengan adanya teguran dari petugas Perusahaan Listrik Negara ,PLN, “Makanya harus memangkas pohon yang sudah menjulang tinggi dan mengenai kabel PLN.”

“Pohon yang ada di halaman sekolah ini kan tidak dimatikan hanya dipangkas bagian atasnya, dengan tujuan agar tidak mengenai kabel PLN,” ujarnya.

Editor: Malika 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!