Petani di Rembang sedang mengeringkan daun tembakau. (Foto: Musyafa/KBR)



KBR, Rembang – Petani tembakau di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah resah, lantaran hasil panenan mereka banyak yang ditolak oleh perusahaan mitra.

Ketua Asosisasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Rembang, Maryono mengatakan tembakau produksi mereka ditolak bukan karena industri rokok sedang lesu. Melainkan daun tembakau kali ini dianggap berkualitas jelek.

Kualitas tembakau petani dianggap buruk lantaran faktor beberapa kali terkena guyuran hujan deras.

Agar tembakau petani tetap terserap, APTI mengusulkan ada pemberlakuan grade atau kelas terendah. Meski sebenarnya petani tetap saja merugi.

"Kami sudah ngasih surat ke pusat (perusahaan), intinya minta agar grade E dan R itu dibuka lagi. Artinya semua tembakau yang jelek itu terbeli. Sekarang curah hujannya masih banyak, jelas mempengaruhi kualitas," kata Maryono kepada KBR, Selasa (30/8/2016).

Maryono menambahkan daun tembakau yang sudah disetor ke gudang kini sebagian dibawa pulang kembali, karena ditolak perusahaan. Daun tembakau akan dirawat selama seminggu. Kalau sudah ada perubahan warna, baru dikembalikan lagi kepada perusahaan.

Kepala Bidang Perkebunan Pemkab Rembang, Yosafat Susilohadi meminta petani tidak nekat menjual hasil panen ke tengkulak, atau ke pihak luar perusahaan mitra. Jika setelah pertengahan bulan November pembelian dari perusahaan selesai, para petani baru dibolehkan menjual ke pasar bebas.

"Jangan dong, nanti malah jadi rancu dan merusak pasar. Kita sudah ada perjanjian kemitraan. Malah tambah runyam nantinya," kata Yosafat.

Yosafat membenarkan faktor cuaca membuat industri sektor tembakau melemah. Padahal tahun ini luas lahan tembakau di wilayahnya terus meningkat. Luas lahan yang semula 2.500 hektar pada tahun lalu, saat ini bertambah menjadi 3.500 hektar.

Produksi tembakau di daerah lain juga mengalami gangguan karena cuaca buruk.

Baca: Dampak La Nina, Seribu Hektar Tanaman Tembakau di Jombang Mati

Editor: Agus Luqman
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!