Kualitas Udara Dua Daerah di Riau Menurun

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 49 titik api yang terpantau satelit sejak pagi hingga siang.

Sabtu, 27 Agus 2016 16:11 WIB

Petugas BMKG sedang menunjukkan hasil pemantauan titik api di sejumlah daerah. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat ada 49 titik api yang terpantau satelit sejak pagi hingga siang. Dengan kondisi ini, jarak pandang di Bandara Pekanbaru sempat tertutup kabut tipis pada pagi tadi. Namun, menurut Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin, penerbangan tetap normal beroperasi.

"Pada pagi hari hot-spot dengan tingkat kepercayaan di atas 70% itu ada 49 titik. Di Rokan Hilir 31 titik, Bengkalis 7, Siak 10, Kampar 1. Jarak pandang di Bandara Pekanbaru pada pukul 07.00 pagi itu 2500 meter dengan kondisi asap tipis," kata Sugarin saat dihubungi KBR, Sabtu (27/8/2016).

Data sementara, kata dia, menunjukkan Rokan Hilir menjadi daerah dengan titik api terbanyak yakni 31 titik.

"Di Rengat jarak pandang 5 kilometer, udara kabur. Di Dumai, 1500 meter dengan kondisi berasap dan Pelalawan 7 kilometer clear," lanjutnya.

Sugarin pun menambahkan, semakin banyaknya titik api dan asap di Riau membuat kualitas udara di sejumlah daerah menurun. Berdasarkan pantauan alat pemantau kualitas udara, daerah dengan kondisi kualitas udara buruk antara lain Duri dan Bengkalis.

Baca juga:

"Kondisi kualitas udara untuk ISPU Pekanbaru kondisinya sedang kemudian di Rumbai juga sedang. Kemudian Kampar dan Siak sedang. Kemudian yang agak tidak sehat itu di Bengkalis, di Duri," katanya.

Sementara perkiraan turunnya hujan di daerah ini juga kecil. Terutama di Riau bagian utara dan timur. Sedangkan peluang hujan di bagian barat dan Selatan Riau pun tak merata.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Pecah Antrian, PT ASDP Merak Pisahkan Kendaraan Pemudik Dengan Kendaraan Niaga

  • Desa Sambirejo Timur Tolak Jenazah Pelaku Teror di Mapolda Sumatera Utara
  • Pengamat: Eks ISIS Harus Direhabilitasi Sebelum Kembali ke Masyarakat
  • Lima Hari Bertugas, Dokter Anestesi Ditemukan Meninggal Dunia

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?