Ilustrasi. Kekeringan. Foto: KBR/Adhima



KBR, Bondowoso– Sekitar 45 Desa di 16 Kecamatan di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mulai kekurangan air bersih. Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Penanggulanngan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Saifudin Zuhri mengatakan saat ini sudah ada 2 Desa yang mengajukan bantuan air bersih kepada BPBD. Kedua desa itu adalah Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel dengan jumlah penduduk 2.396 dan Dusun Murina, Kecamatan Prajekan dengan jumlah penduduk 2.401 orang.

Permintaan bantuan air bersih menurut Saifudin bakal meningkat mengingat musim kemarau di prediksi akan berlangsung hingga Oktober mendatang.

“Sudah ada beberapa titik yang minta bantuan air bersih. Sesuai SK ada 16 Kecamatan yang masuk wilayah rawan,” kata Saifudin Suhri kepada KBR, Senin (29/8/2016).

Penetapan Kecamatan yang rawan kekeringan tersebut, kata Suhri berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bondowoso Nomor 188.45/516/430.6.2/2016 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Penanganan Bencana Kekeringan di Bondowoso.

Berdasarkan data BPBD Bondowoso,16 Kecamatan yang kesulitan air bersih adalah Botolinggo, Cermee, Wringin, Tegalampel, Taman Krocok, Curahdami, Binakal, Klabang, Prajekan, Pakem, Grujugan, Maesan, Tenggarang, Jambersari Darusolah, Wonosari dan Tamanan.

Merespon ini, kata Saifudin, BPBD sendiri telah menyiapkan mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter untuk memasok kebutuhan air bersih di sejumlah desa yang kekurangan air bersih.

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!