Kapal Tenggelam di Tanjung Pinang, 5 Korban Hilang Masih Dicari

Sebanyak 200 personel diturunkan untuk mencari korban hilang dengan menggunakan 20 kapal dan 50 pompong.

Minggu, 21 Agus 2016 17:20 WIB

Ilustrasi kapal tenggelam. Foto: Basarnas.go.id

KBR, Jakarta- Tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap 5 korban kapal tenggelam yang hilang di perairan Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjung Pinang, Agustiawarman mengatakan, pencarian dipusatkan di seputaran Laut Penyengat dan Laut Tanjung Pinang.

"Tujuh belas orang itu, dalam perjalanannya pas baru saja melepas keberangkatannya itu di depan pelabuhan tiba-tiba angin kencang, angin kuat kalau di sini seperti ribut barat begitulah, trus kapal terbalik. Dari 17 penumpang ini, dua belasnya sudah ditemukan, sepuluh korban meninggal dunia, dua yang selamat, sekarang dalam perawatan intensif di rumah sakit," ujar Agustiawarman kepada KBR (21/8/2016).

Agustiawarman menambahkan korban yang ditemukan selamat berjumlah 2 orang yang merupakan Nahkoda kapal, yakin Said Ismarulah (36) serta seorang penumpang bernama Risti (26) asal Batu Aji, Batam. Sementara 10 penumpang ditemukan dalam keadaan meninggal terdiri dari 8 penumpang dewasa serta 2 anak-anak. Lima orang penumpang lainnya masih hilang dan sedang dalam proses pencarian.

Sebuah kapal kayu angkutan penumpang atau pompong bermuatan 17 orang dengan tujuan Pulau penyengat dari Tanjung Pinang, dilaporkan tenggelam pada Minggu (21/8/2016) pukul 09.30 WIB. Penumpang terdiri dari 1 orang nahkoda, 14 orang dewasa dan 2 anak-anak. Kapal tenggelam diakibatkan angin kencang dan gelombang besar di perairan Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjung Pinang Kota, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Hingga berita ini diturunkan, sekira 200 personel tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban yang hilang dengan menurunkan 20 kapal dan 50 pompong. 

Baca juga:


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1