Ilustrasi. (Foto: kesbangpol.kemendagri.go.id)



KBR, Kupang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kupang Nusa Tenggara Timur memperkirakan jumlah pemilih pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kupang tanggal 15 Februari 2017 mendatang akan bertambah.

Juru bicara KPU Kota Kupang Daniel Bangu Ratu mengatakan potensi pertambahan diperkirakan mencapai 57 ribu orang atau sekitar 22 persen dari jumlah pemilih pada Pemilu Presiden 2014 lalu.

"Data Pilpres kita pada 2014 adalah 263.971 orang, dan sekarang potensi pemilihnya menjadi 321.625 atau ada penambahan sekitar 57 ribu atau sekitar 22 persen. Penambahan ini kelihatan mencolok di beberapa wilayah yang secara kasat mata ada potensi-potensi penambahan itu, di pusat ekonomi baru yang sekarang di kota Kupang ini tumbuh pesat. Misalnya di TDM (Kelurahan Tuak Daun Merah) makin banyaknya aktifitas ekonomi di sana, ada pemukiman baru, ada tempat kos-kosan baru. Orang yang bekerja di sekitar situ memilih untuk tinggal di situ," kata Daniel Bangu Ratu di Kupang, Rabu (24/8/2016).

Daniel Bangu Ratu menambahkan potensi penambahan jumlah pemilih akan diuji lewat kegiatan pencocokan dan penelitian oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih selama 30 hari, mulai 8 September hingga 7 Oktober 2016.  

Beberapa wilayah di Kota Kupang yang jumlah pemilihnya berpotensi bertambah antara lain Kelurahan Oepura dan Sikumana di Kecamatan Maulafa, Kelurahan Fatululi dan Oebufu di Kecamatan Oebobo dan Kelurahan Naikoten I di Kecamatan Kota Raja.  

Sebelumnya, KPU Kota Kupang juga menemukan sekitar tujuh ribu lebih Kartu Tanda Penduduk (KTP)  dukungan calon walikota dan wakil wali kota Kupang tidak terdata dalam Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) maupun Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu Presiden 2014 lalu.

Dukungan dari tujuh ribu lebih KTP itu untuk paket pasangan Adil (Habde Dami-Ferdinandus Lehot) dan paket Viktory (Matheos Viktor Mesakh-Viktor Mambait).

Editor: Agus Luqman
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!