Jaringan Internet Program Pemerintah di Nunukan Mulai “Lemot”

Selain lambat, honor juga belum dibayar.

Rabu, 17 Agus 2016 14:00 WIB

Ilustrasi: program internet gratis di Kalimantan Tengah (Foto: kalteng.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Nunukan– Warga perbatasan di desa Sei Nyamuk, Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara keluhkan jaringan internet program Desa Broadband bantuan Kemenkominfo  yang mulai lambat.  Operator Desa Broadband setempat Darwis mengatakan, masyarakat hanya menikmati internet selama 2 bulan saja pasca program tersebut diresmikan, selebihnya masyarakat kesulitan mengakses internet.

“Awal-awalnya 24 jam. Mau 2 bulan (program ini berjalan). Itu awal-awal juga mereka datang, belajar internet belajar komputer. Tapi sekarang sudah, di sini kan kalau misalkan banyak (yang) kan mereka pakai dia (internetnya mulai) berkurang, lemot ,” ujar Darwis Rabu (17/08/2016).

Darwis menambahkan, beberapa operator internet program Desa Broadband di Kecamatan Sebatik juga mengeluh belum menerima honor pengelolaan. Dia mengaku hanya menerima honor 2 bulan pertama sejak program diresmikan Desember 2015 lalu. Akibat honor yang macet, beberapa operator yang mengelola internet desa Broadband, menolak  mengoperasikan jaringan internet di desa mereka.

Di Pulau Sebatik sebanyak 5 desa menerima peralatan internet berupa penerima sinyal satelit, 3 set komputer PC  dan modem untuk memudahkan warga perbatasan mengakses internet. Padahal warga mengaku sangat terbantu mengakses informasi dengan keberadaan internet gratis melalui program desa broadband.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.