Ilustrasi: program internet gratis di Kalimantan Tengah (Foto: kalteng.go.id)

KBR, Nunukan– Warga perbatasan di desa Sei Nyamuk, Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara keluhkan jaringan internet program Desa Broadband bantuan Kemenkominfo  yang mulai lambat.  Operator Desa Broadband setempat Darwis mengatakan, masyarakat hanya menikmati internet selama 2 bulan saja pasca program tersebut diresmikan, selebihnya masyarakat kesulitan mengakses internet.

“Awal-awalnya 24 jam. Mau 2 bulan (program ini berjalan). Itu awal-awal juga mereka datang, belajar internet belajar komputer. Tapi sekarang sudah, di sini kan kalau misalkan banyak (yang) kan mereka pakai dia (internetnya mulai) berkurang, lemot ,” ujar Darwis Rabu (17/08/2016).

Darwis menambahkan, beberapa operator internet program Desa Broadband di Kecamatan Sebatik juga mengeluh belum menerima honor pengelolaan. Dia mengaku hanya menerima honor 2 bulan pertama sejak program diresmikan Desember 2015 lalu. Akibat honor yang macet, beberapa operator yang mengelola internet desa Broadband, menolak  mengoperasikan jaringan internet di desa mereka.

Di Pulau Sebatik sebanyak 5 desa menerima peralatan internet berupa penerima sinyal satelit, 3 set komputer PC  dan modem untuk memudahkan warga perbatasan mengakses internet. Padahal warga mengaku sangat terbantu mengakses informasi dengan keberadaan internet gratis melalui program desa broadband.

Editor: Dimas Rizky 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!