HPP Rendah Persulit Bulog Kalteng Serap Beras Petani

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) lebih rendah dari harga jual beras di tingkat petani Kotawaringin Barat.

Rabu, 10 Agus 2016 13:41 WIB

Ilustrasi. Petani sedang menjemur gabah. (Foto: ANTARA)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Pangkalan Bun - Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divisi Regional (Subdrive) Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah belum bisa menyerap beras dari petani Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

Bulog terkendala ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang lebih rendah dari harga beli beras dari petani Kotawaringin Barat.

Kepala Bulog Sub Drive Pangkalan Bun Muhammad Soleh mengatakan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 tahun 2009 tentang Kebijakan Perberasan, pemerintah telah menetapkan HPP Rp7,300 per kilogram dan ketentuan itu berlaku di seluruh Indonesia.

Padahal harga jual beras di tingkat petani di Kotawaringin Barat antara Rp9,000 hingga Rp11,000 ribu per kilogram.

"HPP kita itu Rp7,300 per kilogram. Angka 7,3 itu berlaku di seluruh Indonesia. Sedangkan harga beras di sini tidak ada yang segitu. Untuk daerah-daerah lain seperti di Kaltim kita masih dapat (serap) dengan harga tujuh tiga (Rp7,300 per kg) itu," kata Soleh.

Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Peternakan Kotawaringin Barat, luas lahan pertanian di Kotawaringin Barat mencapai 27 ribu hektare. Lahan pertanian itu belum bisa maksimal karena rata-rata hanya lahan tadah hujan yang panen satu tahun sekali. Akibatnya, banyak petani mematok harga tinggi untuk beras yang mereka hasilkan dari lahan tersebut.

Baca juga: Bulog Jateng Bantah Berhenti Serap Beras Petani

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau