KBR, Banyuwangi- Perempuan menjadi pihak paling rentan tertular HIV/AIDS. Selain menyasar perempuan pekerja seks komersial, penyakit mematikan itu juga mengancam ibu rumah tangga. Pada semester 2016, Dinas Kesehatan Banyuwangi mencatat sebanyak 23 ibu hamil positif HIV. HIV/AIDS yang menjangkiti ibu hamil berpeluang besar menular ke bayinya.

Koordinator Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi, Tunggul Harwanto, mengatakan, ibu hamil yang positif HIV paling banyak berada di Desa Grajagan, Paspan, Sempu dan Klatak. Hal ini diketahui dari hasil pemeriksaan voluntary counseling and testing (VCT) terhadap ibu hamil di puskesmas setempat.

Jumlah penderita HIV/AIDS di Banyuwangi per Mei 2016 mencapai 2.673 kasus. Ibu rumah tangga menempati posisi tertinggi yakni 669 kasus dan perempuan pekerja seks sebanyak 335 kasus.  Kata Tunggul, ibu rumah tangga tertular HIV/AIDS dari suaminya.

“Ibu rumah tangga masih menduduki nomer pertama. Faktor penularan yang paling banyak kasusnya 82 persen karena hubungan seksual. Artinya yang dibawa ibu rumah tangga karena pasanganya,”kata Tunggul Harwanto, Rabu (31/8/2016).

Tunggul Harwanto menambahkan, penularan HIV/AIDS kini tak hanya terjadi di kawasan lokalisasi. Pelabuhan, kata Tunggul, menjadi kawasan yang rawan karena munculnya kegiatan prostitusi.

Relawan Peduli AIDS pernah melakukan survei terhadap pekerja pria di pelabuhan pada 2012. Hasilnya, dari 50 buruh bongkar muat yang diteliti, 68 persen di antaranya melakukan hubungan seks bukan dengan istrinya. Hubungan seks itu dilakukan tak aman karena 42 persen responden tidak memakai kondom. Selain itu, 90 persen supir truk mengaku melakukan hubungan seks tidak aman selain dengan istrinya.

Fenomena ibu rumah tangga yang menderita HIV/AIDS telah menunjukkan tren sejak dua tahun terakhir. Tidak hanya di Banyuwangi, fenomena itu juga terjadi di seba gian besar wilayah di Indonesia. Kementerian Kesehatan pada 2015 mencatat sepanjang tahun 1987 hingga September 2015 terdapat 9.096 ibu rumah tangga mengidap HIV/AIDS.

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!