Hanya 25 Persen IKM di Banyuwangi Memiliki Kemasan Produk

Pelatihan IKM tersebut diharapkan pelaku IKM dapat membuat kemasan produk yang menarik.

Jumat, 12 Agus 2016 17:22 WIB

Ilustrasi (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Banyuwangi- Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Jawa Timur, Hary Cahyo Purnomo, mengatakan, kreativitas pelaku usaha industri kecil menengah IKM untuk membuat desain kemasan masih rendah.

Hingga pertengahan 2016, kata dia, hanya sekitar 25 persen dari ratusan IKM yang mampu memproduksi kemasan sendiri.

Padahal, kata Hary, kemasan yang menarik menjadi salah satu syarat penting untuk meningkatkan daya saing produk. Oleh karena itu, Disperindagtam  terus menggelar pelatihan dan sosialisasi pengembangan kemasan produk IKM.

Sebab, kemasan yang bagus dapat menarik minat konsumen. Selain desain, pelaku usaha juga harus kreatif memberikan nama yang unik dan khas bagi produknya.

"Sebenarnya sudah dilakukan sejak dulu, sehingga kesiapan masyarkat ekonomi ASEAN secara bertahan sudah. Namun dengan luasnya Banyuwangi ini tentunya prosentasenya harus ditingkatkan. Sementara ini yang ter-couver baru kurang lebih 25 persen dari perkembangan industri menengah yang begitu pesat. Namun harus diimbangi volume dari pada kemasan tadi," kata Hari Cahyo Purnomo (12/8/2016).

Hary Cahyo Purnomo menambahkan, dengan pelatihan IKM  tersebut diharapkan pelaku IKM dapat membuat kemasan produk yang menarik. Sehingga peluang pasar dan daya saing produk IKM Banyuwangi meningkat.

Editor: Dimas Rizky 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Jokowi Tak Puas Transaksi Busana Muslim Hanya Rp54 Triliun

  • Dua Korban Ledakan Sumur Minyak Aceh Dibawa Ke Medan
  • KNKT Menghimbau Untuk Kapal Gunakan Solar bukan Bensin
  • Bunuh Jurnalis Pengusaha Denmark Dihukum Seumur Hidup

Anda berencana ke luar negeri? Ingin beli oleh-oleh, tapi takut kena pajak? Pada 1 Januari 2018, pemerintah menerbitkan regulasi baru untuk impor barang bawaan penumpang dan awak sarana pengangkut.