Hama Tikus Serang Ratusan Hektare Sawah di Cilacap

"Kalau (serangan tikus) yang berat ya sampai 50 persen. Kalau yang sedang menurun sekitar sampai hampir 25 persen."

Jumat, 26 Agus 2016 13:49 WIB

Petani di Cilacap memasang rumbai-rumbai plastik di tengah lahan yang terserang hama tikus, agar tikus takut dam menurunkan intensitas serangan. (Foto: KBR/Muhamad Ridlo)



KBR, Cilacap– Ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah rusak diserang tikus. Diduga, tikus mengganas karena lahan tidak pernah diistirahatkan sehingga tikus terus berkembangbiak.  

Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian setempat, Surur Hidayat mengatakan tingkat serangan tikus bervariasi antara sedang hingga berat. Dia mendata serangan kategori sedang terjadi pada lahan seluas 150 hektare. Sedangkan serangan kategori berat terjadi pada lahan seluas 50 hektare.  

Surur menjelaskan, serangan tikus ini menyebabkan penurunan hasil panen hingga 25 persen pada serangan dengan kategori sedang dan 50 persen pada serangan kategori berat.
 
Selain serangan tikus, tanaman padi di Wanareja juga diserang hama wereng. Namun menurut Surut serangan wereng masih dalam kategori ringan sehingga hanya menurunkan hasil panen sebanyak 10 persen saja.

"Ya jelas turun. Kalau (serangan tikus) yang berat ya sampai 50 persen. Kalau yang sedang menurun sekitar sampai hampir 25 persen. Kalau werengnya, banyak itu, tetapi hanya menurunkan hasil panen sekitar 10 persen." Ujar Surur, Jumat (26/08).

Lebih lanjut Surur menjelaskan, perkembangbiakan tikus tidak pernah terputus lantaran banyak petani yang tidak mengistirahatkan sawahnya. Hal ini diperparah dengan petani yang tidak menerapkan sistem tanam serentak.

Selain itu, ia menduga hewan pemangsa, seperti ular dan burung hantu, di lahan pertanian berkurang karena selalu diburu.
 
Sedangkan hama wereng, menurut Surur, muncul karena curah hujan dan kelembapan yang tinggi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.