Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat. (Foto: KBR/ Frans Mokalu)

KBR, Cirebon - Keraton Kasepuhan Cirebon tengah gencar mempromosikan kota ini sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Barat dan Nasional. Salah satunya, melalui gelaran Tour D'Keraton. Helatan dengan target 3000 hingga 4000 peserta ini ingin mengangkat potensi wisata di Wilayah III Cirebon, meliputi Kota/ Kabupaten Cirebon, Majalengka, Indramayu dan Kuningan.

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat mengatakan, kegiatan ini menggabungkan sejumlah aktivitas wisata sekaligus memperkenalkan beberapa situs bersejarah di Cirebon.

"Tour D'Keraton akan dilaksanakan pada hari Minggu 4 September 2016. Kegiatannya jalan sehat dan sepeda santai, untuk masyarakat umum," ujar Arief Natadiningrat di Cirebon, Sabtu (13/8/2016).

Pengenalan objek wisata dengan beragam kegiatan seperti jalan sehat dan sepeda santai ini, diyakini mampu menarik minat masyarakat untuk mengenal sekaligus menjaga kekayaan budaya Cirebon. Ia pun optimistis, Tour D'Keraton mampu meningkatkan kunjungan wisatawan baik dari domestik maupun mancanegara. Sehingga, diikuti dampak positif terhadap perekonomian rakyat. Semisal, usaha penjualan wisata kuliner, sejarah dan wisata religi Cirebon.

"Seluruh peserta akan dikenalkan dengan potensi wisata di Cirebon baik wisata kuliner, wisata sejarah dan religi. Karena rute jalan sehat dan sepeda santai akan melewati sekitar 5 gedung bersejarah, 2 gereja tertua di Cirebon, wisata pantai, dan melewati pusat-pusat kuliner di Cirebon," ungkapnya.

Untuk mengikuti kegiatan ini, Ketua Panitia Tour D'Keraton Sugiyo menjelaskan, pengunjung harus merogoh kocek sebesar Rp 15.000 untuk pembelian tiket. Gelaran yang terdiri atas kegiatanjalan sehat dan sepeda santai ini akan melalui rute-rute dengan potensi wisata dimulai dari halaman RRI Cirebon dan berakhir di Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Sepeda santai akan menempuh rute sepanjang 22 km dan jalan sehat menempuh rute 13 km," pungkasnya.

Tahun lalu, helatan ini memperkenalkan sejumlah bangunan bersejarah di antaranya Keraton Kasepuhan, Gereja Kalotik Santo Yusuf dan Gua Sunyaragi.



Editor: Nurika Manan

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!