Dituding Berbuat Mesum dan Jarang Masuk, Kepala Desa di Cirebon Didesak Mundur

Warga Desa Mundu Mesigit, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon mendesak sang kepala desa RD (40 tahun), mundur dari jabatannya.

Kamis, 18 Agus 2016 17:49 WIB

Aksi warga Mundu Kabupaten Cirebon menggeruduk kantor desa. Foto: Frans Mokalu/KBR

KBR, Cirebon - Warga Desa Mundu Mesigit, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon mendesak sang kepala desa RD (40 tahun), mundur dari jabatannya. Pasalnya RD disangka tak transparan mengelola keuangan desa. Terutama terkait proyek-proyek pembangunan di wilayah tersebut.

“Dia tidak transparan dalam masalah dana pembangunan dan proyek-proyek desa," pungkas salah satu perwakilan warga, Karno.

Warga juga geram lantaran sang kepala desa ini jarang masuk kantor untuk memberikan pelayanan kepada warga. "Jarang masuk kantor. Pelayanan warga tidak diperhatikan, mungkin dia sibuk sama perempuan," ujarnya.

Selain itu, RD juga dituding berbuat mesum mesum dengan salah satu warga yang masih teman istrinya. Karenanya, pada Selasa (15/8/2016) lalu, warga sempat menggeruduk kantor desa.

“Ini sudah keterlaluan, tadinya warga membiarkan saja. Tapi ini sudah berani dengan warganya sendiri,” katanya. Lanjut Karno, ia mengetahui hal itu dari suami si perempuan yang merupakan temannya.

Aksi menggeruduk kantor desa itu sempat memanas saat warga berusaha menyisir kantor desa dan menyegel ruangannya. Namun, aparat polisi langsung menghalau warga.

Lantaran tak menemukan kepala desa RD, warga kemudian membubarkan diri secara tertib. Namun mereka berjanji bakal melakukan aksi yang lebih besar lagi jika kepala desa tersebut tak segera dicopot.



Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR Tetapkan Tujuh Anggota Komnas HAM

  • Polisi Masih Dalami Politikus Penyandang Dana Saracen
  • DKI Ubah Trayek Angkutan Umum demi Program OK-OTRIP
  • Tidak Ada Logo Palu Arit di Spanduk Yang Digunakan Warga Demo Tolak Tambang Emas