Diduga Palsukan Dokumen, 30 Warga Sebatik Ditahan Imigrasi FIlipina

Sebanyak 30 warga Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ditahan pihak Imigrasi Filipina lantaran terindikasi memalsukan dokumen keberangkatan haji.

Sabtu, 20 Agus 2016 23:56 WIB

Ilustrasi: Jemaah calon haji asal Sukabumi dan Kabupaten Bogor tertunda keberangkatannya karena masalah kelengkapan dokumen visa. (Foto: Antara)

KBR, Nunukan – Sebanyak 30 warga Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ditahan pihak Imigrasi Filipina lantaran terindikasi memalsukan dokumen keberangkatan haji. Warga Negara Indonesia itu kedapatan mengelabuhi petugas imigrasi Filipina dengan memalsukan data kelahiran mereka untuk mendapat paspor Filipina.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, Shaberah mengungkapkan, praktik pemberangkatan ibadah haji Warga Sebatik melalui Filipina ini sudah berlangsung beberapa tahun terakhir.

"Dia kan berangkatnya itu memakai 2 paspor. Paspor Indonesia ketika mau berangkat ke sana melalui Malaysia. Yang kedua nanti berangkat hajinya paspor Filipina. Nah itu mungkin masalah kewarganegaraan itu. Paspor mereka dibuat di Filipina dengan mengaku lahir di Filipina juga dia. Informasinya yang lewat Filipina ini memang murah sekali mereka, di bawah 80 juta," ungkap Shaberah di Nunukan, Sabtu (20/08/2016).

Baca juga:

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan Shaberah ini pun memaparkan, untuk berangkat haji melalui embarkasi Balikpapan, Warga Nunukan harus menungu hingga 24 tahun. Ditambah biaya keberangakatan haji regular yang mencapai Rp38 juta.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Koalisi Selamatkan Teluk Jakarta Gugat Pemprov DKI soal Keterbukaan Informasi Reklamasi

  • Pengamat: Ada Barter Antara Perppu dengan Tambahan Fasilitas DPR
  • Polisi Temukan Selebaran ISIS Bernada Ancaman
  • LN: 2 Negara Capai Kesepakatan Baru soal Sengketa Laut Cina Selatan

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR