Dongeng dan mainan anak menjadi salah satu sajian Festival Dermaji. Foto: KBR/Muhamad Ridlo

KBR, Banyumas– Desa Dermaji, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menggelar festival bertajuk ‘Festival Dermaji’ untuk mengangkat potensi lokal desa. Festival ini dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu ini.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan desa-desa di Banyumas bisa meniru apa yang dilakukan oleh Desa Dermaji untuk melakukan percepatan pembangunan. Salah satunya dengan rajin mengabarkan potensi desa agar dilirik oleh investor.

Bahkan, kata Husein, desa ini telah banyak dikunjungi oleh desa dan pemerintah daerah dari Provinsi lain untuk melakukan studi banding mengenai sistem informasi desa dan proses pembangunan partisipatif.

Menurutnya, perkembangan Desa Dermaji cukup signifikan, untuk sebuah desa yang beberapa tahun lalu dianggap tidak berpotensi. Namun, kata dia, karena kemauan keras pemerintah desa dan masyarakat membuat desa ini menjadi salah satu desa termaju di Banyumas tahun ini.

"Kalau dilihat lokasinya tidak menguntungkan ini. Kemudian airnya sepertinya juga sulit. Artinya, kalau dilihat dari potensi desa-desa  di seluruh Banyumas, maka dari 331 desa di Banyumas, bahwa kekayaan alam, kondisi Desa Dermaji ini rangking 300. Banyak desa yang potensinya lebih besar dari Dermaji. Tetapi kenapa dari yang rangking pontensinya 300 ini (sekarang) kemudian bisa menempati nomor satu atau dua terbaik di Kabupaten Banyumas," jelas Achmad Husein kepada KBR.

Sementara itu, Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho mengatakan Festival ini merupakan kelanjutan dari Festival Naladipa yang digelar dua tahun sebelumnya. Sejumlah acara di festival ini antara lain, sarasehan pembangunan desa, dongeng dan mainan anak, serta festival kambing.

Sejumlah tokoh hadir dalam sarasehan ini. Antara lain, Budayawan Akhmad Tohari, Anggota DPR RI Budiman Sudjatmiko, Direktur Pengelola Domain Indonesia (Pandi) Sigit Widodo, Direktur Aptika Kominfo Septiana Tangkari, Bupati Banyumas Achmad Husein dan serta sejumlah utusan kementerian dan dinas provinsi Jawa Tengah. Hadir pula, sejumlah kepala desa dari kawadan Baduy atau kanekes luar, Banten.

Kepala Desa Dermaji, Bayu Setyo Nugroho menambahkan festival ini juga untuk mengenalkan desanya sebagai sentra peternakan kambing dan lada perdu. Ia mengklaim, dengan segala keterbatasan, Desa Dermaji mampu melakukan percepatan di bidang ekonomi kerakyatan dengan mendorong rencana pembangunan berbasis potensi.

Baca juga: NTB Akan Menjadi Lumbung Jagung Nasional


Editor: Sasmito

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!