Dampak La Nina, Seribu Hektar Tanaman Tembakau di Jombang Mati

Kerugian mencapai miliaran rupiah.

Jumat, 12 Agus 2016 17:53 WIB

Dampak La Nina. Tanaman tembakau di Kecamatan Kabuh, Jombang yang layu dan mati akibat kerap diguyur hujan. (Foto: Muji Lestari/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jombang- La Nina menyebabkan sekitar seribu hektar tanaman tembakau di Jombang, Jawa Timur, gagal panen. Salah satunya berada di Desa Banjardowo Kecamatan Kabuh, tanaman tembakau yang seharusnya siap panen bulan September mendatang harus layu dan mati akibat hujan yang kerap melanda wilayah tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Ilham Hero Kuncoro, mengatakan,  matinya tembakau ini disebabkan oleh banyaknya curah hujan saat musim kemarau ini sehingga menyebabkan akar tembakau membusuk.

Dari sekitar 4500 hektar lahan tembakau yang membentang di kabupaten Jombang, seribu hektar diantaranya dipastikan gagal panen akibat tergenang dan kurangnya saluran pembuangan air.

"Untuk tahun ini kan kemarau basah artinya kemarau tapi masih ada hujan, ini tidak sesuai dengan karakter tanaman tembakau yang tidak banyak membutuhkan air bahwan menggenang, itu yang membuat tanaman tembakau tidak tahan sehingga ada yang mati," kata Ilham Hero, Jumat (12/08/16).

Kabupaten Jombang sendiri merupakan salah satu penyuplai tembakau terebesar di Jawa Timur. lahan tembakau itu tersebar di lima Kecamatan diantaranya Kabuh, Ploso, Kudu, Ngusikan dan Kecamatan Plandaan.

Dengan cuaca ekstrim ini, maka dipastikan petani bakal menderita kerugian hingga miliaran rupiah. Pasalnya satu hektar lahan tembakau yang  biasanya mampu menghasilkan 14 ton atau senilai Rp 56 juta dengan asumsi harga Rp 4 ribu per kilogram kering, kini harus melayang.

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR