Buruh Migran Tak Lagi Nikmati Pelayanan Penuh Program Poros Perbatasan Nunukan

Program Layanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan (LTSP) di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara tak lagi melayani penanganan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi Pemerintah Malaysia.

Rabu, 31 Agus 2016 15:07 WIB

ilustrasi: Poster protes aksi menuntut hak-hak Tenaga Kerja Indonesia. (Foto: Antara)



KBR, Nunukan - Program Layanan Terpadu Sentra Poros Perbatasan (LTSP) di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara tak lagi melayani penanganan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang dideportasi Pemerintah Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Hal ini lantaran banyaknya pemangkasan anggaran program oleh pemerintah. Sekretaris Tim Program LTSP Perbatasan Edy Sujarwo menjelaskan, kini pihaknya hanya memberikan pelayanan bagi TKI yang akan berangkat ke Malaysia.

"Kami buat skala prioritas bagi TKI yang akan berangkat ke luar negeri kami berikan pembekalan lengkap. Anggaran kami ini ini Rp8 miliar, sudah dipotong tiga kali. Terakhir yang mau dihemat Rp1,8 miliar, " ujar Edy Sujarwo di Nunukan, Rabu (31/8/2016).

Pemotongan anggaran ini membuat Program LTSP hanya sanggup melakukan pendataan TKI yang dideportasi  dari Malaysia melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Selanjutnya, pemulangan akan dilakukan jasa penyalur TKI ataupun keluarga.

Baca juga:

Sejak diresmikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani pada pertengahan Februari lalu, program LTSP telah melayani hampir 3.000 TKI yang dideportasi dari Malaysia. Pelayanan itu berupa penampungan dan pembekalan selama lima.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Paripurna DPR Tetapkan Tujuh Anggota Komnas HAM

  • Polisi Masih Dalami Politikus Penyandang Dana Saracen
  • DKI Ubah Trayek Angkutan Umum demi Program OK-OTRIP
  • Tidak Ada Logo Palu Arit di Spanduk Yang Digunakan Warga Demo Tolak Tambang Emas