Bupati Banyuwangi Sangsi Full Day School Bisa Diterapkan di Daerahnya

Bupati Banyuwangi Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sungguh-sungguh mengkaji rencana ini.

Sabtu, 13 Agus 2016 18:42 WIB

Sekolah Fullday (Foto: Antara)

Sekolah Fullday (foto: Antara)

KBR, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi  Jawa Timur, Abdullah Azwar Anas menilai wacana sistem sekolah sehari penuh (Full Day School) merupakan kebijakan yang hanya mempertimbangkan keadaan sekolah di kota dan, belum tentu cocok diterapkan di seluruh daerah. Itu sebab, ia berharap Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sungguh-sungguh mengkaji rencana ini.

"Jadi mungkin  full day itu tidak semua daerah cocok menurut kami. Daerah harus diberikan pilihan untuk menerapkan sistem itu, kuncinya saya setuju ini di guru," kata Anas di Banyuwangi, Sabtu (13/8/2016).

Anas mengungkapkan, di desa-desa, siswa memiliki kebiasaan membantu orangtua sepulang sekolah. Baik itu membantu di sawah ataupun aktivitas lainnya. Hal itu lazim dilakukan dan menjadi bagian dari pengalaman serta interaksi dengan orangtua. Karenanya, menurut dia, wacana Full Day School ini menjadi bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan yang mengharuskan interaksi dengan orangtua di tengah tumbuh kembang anak.

Baca juga:

Lagipula, sambung Anas, tak semua orangtua bekerja seharian penuh.

"Mungkin ayahnya bekerja, sedangkan ibunya di rumah. Atau ibunya bekerja di kantor lalu ayanya berwirausaha di rumah," jelasnya.

Namun kata dia, bukan berarti pihaknya menolak gagasan Mendikbud Muhadjir. Ia hanya meminta Kemendikbud mempertimbangkan secara matang dan menyeluruh sebelum menerapkan kebijakan ini.

"Sehebat apapun perencanaan dan kurikulum berubah tiga hingga empat kali kalau gurunya tetap tidak berubah mindset yang menerjemahkan kurikulum kan guru di kelas, manajer kelas itu kan guru maka guru ini penting di-upgrade. Jadi kunci kurikulum, selain faktor- foktor pembelajaran yang lain adalah yang paling penting salah satunya guru," imbuhnya.

Baca juga: Pilot Project Full Day School Kemendikbud

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy melontarkan gagasan penerapan full day school untuk menekan angka kekerasan terhadap anak di luar sekolah. Sistem ini, dalam gagasan tersebut dikombinasikan dengan berbagai aktivitas luar kelas seusai jam pembelajaran.




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau