Foto udara suasana Kota Pekanbaru yang terlihat mulai diselimuti kabut asap tipis dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau, Minggu (28/8). Foto: ANTARA



KBR, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jambi menyebut Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah tersebut masih dalam katagori sangat baik. Sehingga lalu lintas penerbangan, kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Jambi Dalmanto, belum terganggu.

Namun begitu, BPBD Jambi bersama Gubernur menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan hingga 14 Oktober mendatang. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan kebakaran lahan yang berimbas pada bencana kabut asap. Kata dia, saat ini pihaknya telah mendirikan posko pusat bencara kebakaran hutan dan lahan di tiap kecamatan. Selain itu, dua helikopter juga disiagakan untuk memadamkan titik api.

"Setelah pak Gubernur menetapkan siaga, kami sudah mendirikan posko pusat bencana karhutla di area Bandara Sulthan Thaha yang lama, termasuk pendirian posko di setiap kecamatan. Selain itu kami sediakan dua heli dari BNPB dan swasta," ujar Dalmanto saat dihubungi KBR, Minggu (28/8/2016).

"Untuk Jambi saat ini ISPU kita masih di bawah 50 itu artinya masih dalam kategori sangat baik. Penerbangan juga belum ada yang terganggu karena jarak pandang masih sangat normal antara 5000 sampai 10.000 saat ini," sambungnya.

Hal serupa juga dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi (BPBD) Kalimantan Tengah. Kepala BPBD Kalimantan Tengah, Brigong Tom Moenandaz mengatakan, saat ini di wilayahnya tidak pernah tanpa titik api.

Meski begitu, koordinasi dari berbagai pihak terutama perusahaan pemilik perkebunan terus dilakukan. Kata dia, setiap perusahaan sudah menyiagakan beberapa sumur bor di setiap lahan perkebunannya.

"Kita sudah melakukan langkah-langkah terutama kita sudah menetapkan status siaga darurat kebakaran lahan dan perkebunan hingga 8 Oktober. Ini baru status siaga, belum yang status tanggap tetapi ini bisa sewaktu-sewaktu kita naikkan tergantung kondisi. Kita juga sudah meminta bantuan BNPB dan sudah disiagakan dua helikopter untuk water bombing. Selain itu seluruh BPBD Kabupaten/Kota juga sudah siap termasuk TNI Dan Polri jadi semua siap bergerak," ujar Brigong ketika dihubungi KBR, Minggu (28/8/2016).

Sejak Jumat (26/8/2016), Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk menangani kebakaran hutan dan untuk mencegah bencana kabut asap. Tawaran itu disampaikan Deputi Perdana Menteri Malaysia Shahidan Kassim.

Shahidan menawarkan bantuan berupa dua pesawat pengangkut air yang mampu mengangkut angkut enam ribu liter air dalam waktu 12 detik. Shahidan mengatakan, pesawat itu siap dikirim ke Jakarta jika ada permintaan bantuan resmi dari Indonesia. Namun sampai saat ini belum ada permintaan itu.

Penawaran Malaysia itu disampaikan menyusul mulai banyaknya titik panas yang terdeteksi di lahan di Sumatera dan Kalimantan.

Baca juga:
PT. BMH Hanya Diganjar Ganti Rugi Rp78.5 Miliar, Walhi: KLHK Harus Cabut Izin Konsesinya
Diganjar Bayar Ganti Rugi Rp78.5 Miliar, Ini Jawaban PT BMH





Editor: Quinawaty 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!