Pesepakbola asal Jepang, Matsunaga Shohei kala berseragam Persib Bandung. (Foto: ANTARA)


KBR, Balikpapan – Pesepakbola asal Jepang Matsunaga Shohei mengaku ingin menjadi warga negara Indonesia. Ia pun memohon agar Presiden Joko Widodo mengabulkan keinginannya untuk naturalisasi.

Matsunaga yang kini memperkuat Persiba Balikpapan itu berharap dengan naturalisasi ia berkesempatan untuk ikut membela timnas Indonesia di pertandingan internasional. Apalagi, sanksi FIFA kepada Indonesia sudah dicabut.

Matsunaga mengaku sudah berkonsultasi dengan eks dua pemain asing yaitu Greg Nwokolo asal Nigeria dan Bio Paulin asal Kamerun yang kini sudah berganti kewarganegaraan menjadi Indonesia.

Menurut Matsunaga, proses naturalisasi tidak mudah karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Jika diusulkan oleh PSSI dan Kemenpora, tentu prosesnya akan lebih mudah dan cepat. Syarat lain adalah menikah dengan orang Indonesia.

Karena itu, Matsunaga yang sempat berkostum Persib Bandung dan Persegres Gresik itu berharap bisa dilirik PSSI dan Kemenpora agar bisa dibantu proses naturalisasi.

"Saya suka Indonesia. Tapi saya tidak tahu, bisa atau tidak (naturalisasi). Kemarin saya tanya Bio Paulin dan Greg Nwokolo, katanya macam-macam persyaratannya. Bio bilang PSSI yang minta (naturalisasi). Kalau PSSI yang minta mungkin gampang. Jadi saya berharap Presiden Jokowi saya bisa dinaturalisasi,” kata Matsunaga Shohei, Kamis (11/8/2016).

Pemain berusia 27 tahun itu membeberkan alasannya ingin menjadi warga Indonesia. Menurutnya, ia menyukai Indonesia setelah tinggal dan bermain selama tujuh tahun di kompetisi sepakbola Indonesia. Ia mengaku sudah sangat mengenal budaya dan karakter Indonesia.

"Saya juga ingin masuk skuat timnas Indonesia," kata Shohei yang belum pernah dipanggil untuk memperkuat timnas Jepang itu.

Pemain kelahiran Shizuka Jepang itu menilai warga Indonesia lebih ramah, berbeda dengan di Jepang. Di Jepang, aktivitasnya tinggi sehingga mudah stres. Walaupun ia mengakui, sebetulnya ia lebih mudah mendapat penghasilan yang lebih besar di Jepang  ketimbang bekerja di Indonesia.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!