Bangunan SD Bendoroto 1 Trenggalek rusak diterjang banjir, Senin (15/8/2016). (Foto: Adhar Muttaqin)



KBR, Trenggalek
- Bencana banjir bandang melanda empat desa di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Banjir merendam sekitar 900 rumah. Selain itu banjir juga menyebabkan salah satu sekolah ambruk serta sejumlah jembatan penghubung antardesa putus.

Kepala Desa Bangun, Puguh Hadi mengatakan empat desa yang terdampak banjir adalah Desa Bangun, Bendoroto, Tawing dan Desa Munjungan. Seluruhnya berada di Kecamatan Munjungan, Kabupten Trenggalek.

Ketinggian air banjir antara 50 sentimeter hingga satu meter lebih.

Sejumlah infrastruktur dan fasilitas umum rusak parah. SD Negeri I Bendoroto yang sebelumnya kehilangan tujuh ruangan akibat banjir bandang sebulan lalu, kali ini kondisinya semakin parah. Empat ruangan yang terisa seluruhnya ambruk dan terseret luapan sungai Plapar.

Banjir juga merusak jembatan penghubung antar desa. Di Desa Bangun, jembatan penghubung dengan desa tetangga amblas dan dan konstruksi jembatan hilang terseret banjir.

Puguh mengatakan banjir bandang kali ini dipicu hujan deras selama tiga hari terakhir, yang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluber hingga permukiman warga.

Hingga semalam, hujan deras masih terjadi di wilayah Kecamatan Munjungan.

"Untuk Desa Bangun, jembatan yang paling parah adalah jembaran akses menuju Dusun Parang. Di Desa Bendoroto, sisa-sisa SDN Bendoroto kemarin hanyut semuanya. Di Desa Tawing ada dua jembatan yang tiangnya roboh dan rumah warga yang baru jadi tergerus banjir," katanya.

Camat Munjungan, Syahar Musyafak mengatakan jumlah rumah yang terdampak banjir bandang kali ini mencapai lebih dari 900 unit. Ia memastikan tidak ada korban jiwa.

"Rumah yang terendam ada di Desa Tawing, Bendoroto dan Munjungan. Itu ada 935 rumah," ujar Syahar.

Pemerintah belum bisa memastikan jumlah kerugian akibat bencana banjir bandang kali ini. Tim Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek masih mendata kerusakan. Diprediksi jumlah kerusakan infastruktur bertambah.

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!