Banjir Trenggalek, Kegiatan Sekolah Baru Aktif Senin Lusa

Tiga hari pascabanjir bandang menerjang wilayah tersebut, kondisi sekolah masih kotor. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung pun rusak.

Sabtu, 20 Agus 2016 12:56 WIB

Pihak pengelola sekolah di Trenggalek membersihkan endapan lumpur akibat banjir dan menjemur buku pelajaran yang basah tersapu air. (Foto: KBR/ Adhar)

KBR, Trenggalek - Sejumlah sekolah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur belum bisa memulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Tiga hari pascabanjir bandang menerjang wilayah tersebut, kondisi sekolah masih kotor. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung pun rusak.

Kondisi ini misalnya dialami oleh Sekolah terpadu Al-Azhaar, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Kepala Sekolah Al-Azhaar,  Heri Efendi mengungkapkan, dampak bencana yang terjadi 17 Agustus lalu itu cukup parah. Kata dia, hampir seluruh perangkat pembelajaran, mulai dari buku, meja-kursi, arsip sekolah hingga sejumlah fasilitas lain ikut terendam.

"Praktis, kegiatan belajar mengajar belum bisa 100 persen, InshaAllah baru bisa dilakukan Senin depan. Untuk hari ini kami masih bersih-bersih dan belum beres," kata Heri Efendi di Trenggalek, Sabtu (20/8/2016).

Akibatnya, para guru dan karyawan sekolah kini masih membersihkan sisa endapan lumpur yang terbawa banjir. Selain itu pihak sekolah juga masih menjemur ribuan buku yang basah tersapu air.

Baca juga:

Heri Efendi mengaku terpaksa meliburkan seluruh siswanya lantaran kondisi sekolah yang belum layak ditempati untuk aktivitas belajar. Ia memperkirakan baru bisa memulai kegiatan pada Senin (22/8/2016) pekan depan.

Sebelumnya, banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Trenggalek. Antara lain Kecamatan Kampak, Gandusari dan Pogalan. Akibatnya, sekitar 7500 unit rumah terdampak banjir.



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.