Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan langsung surat teguran kepada PT Bumi Suksesindo k

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyerahkan langsung surat teguran kepada PT Bumi Suksesindo karena banjir lumpur di Pantai Pulau Merah (Foto: Hermawan)

KBR, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara resmi memberikan teguran tertulis kepada PT Bumi Suksesindo (BSI) selaku pemegang izin pertambangan emas di Bukit Tumpang Pitu. Teguran ini terkait belum selesainya pembangunan enam dam, sesuai dokumen lingkungan PT BSI. 

Surat teguran itu diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di kantor PT BSI di kawasan Gunung Tumpang Pitu. 

“Saya (sebelumnya) tidak pernah mengantar surat sendiri. Ini (saya lakukan) supaya jadi perhatian PT BSI,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas, Senin (22/8/2016). 

Saat ini PT BSI baru menyelesaikan pembangunan tiga dari enam dam yang dijanjikan. Akibatnya, hujan deras yang mengguyur Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir menghanyutkan lumpur dan sampah sampai ke hilir, termasuk ke Sungai Katak, yang lantas berujung di Pantai Pulau Merah.

“Kita berharap normalisasi Sungai Katak. Ini saya minta segera dibereskan dalam jangka pendek,” tegas Abdullah Azwar Anas. 

Pemkab Banyuwangi mendesak PT BSI untuk mematuhi semua perencanaan yang telah ditetapkan. Yang paling penting, kata Abdullah Azwar Anas, adalah segera menyelesaikan pembangunan dam untuk menampung air.

“Sesuai dengan Analisis Mengenali Dampak Lingkungan (Amdal), untuk pekerjaan enam dam yang dirancang ini kita beri deadline tiga bulan harus selesai. Sehingga dengan demikian, dalam menghadapi hujan deras bulan Desember mendatang, atau saat cuaca tidak bisa diprediksi, atau cuaca ekstrim, maka kejadian serupa bisa diatasi,” lanjut Abdullah Azwar Anas. 

Tiga dam yang tersisa diminta untuk diselesaikan dalam waktu tiga bulan. 

Baca juga: Lumpur di Pantai Pulau Merah Banyuwangi Tidak Berbahaya 

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Banyuwangi Chusnul Khotimah menambahkan, dengan volume hujan normal, maka air bisa ditamung dalam 40 check dam yang sudah dibangun dengan jarak 60 meter. Namun dengan kondisi hujan badai seperti yang terjadi seksarang, maka diperlukan storm water dam dan kontrol terakhir dengan environmental control dam (ECD). 

Saat ini curah hujan bulan Agustus mencapai 200 mm, jauh lebih tinggi dibandingkan curah hujan di kondisi normal yang sebesar 47 mm. 

Sejak pekan lalu, destinasi wisata Pantai Pulau Merah di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur ini sepi pengunjung. Penyebabnya adalah banjir lumpur dari sungai yang mengarah ke Pantai Pulau Merah. Pantai yang semula berpasir putih kini berubah menjadi wisata penuh lumpur. Lumpur sudah sempat disedot tapi tindakan itu belum bisa menanggulangi lumpur yang terlanjur mencemari laut. Warga khawatir jika pantai tidak bisa kembali ke kondisi semula. 

Baca juga: Banjir Lumpur Makin Parah, Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi Sepi Pengunjung

Editor: Citra Dyah Prastuti  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!