Antisipasi Karhutla, BNPB Tempatkan 4 Helikopter di Kalteng

KBR, Pangkalan Bun- Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menempatkan empat unit helikopter di Kalimantan Tengah untuk antisipasi kebakaran lahan dan hutan.

Kamis, 11 Agus 2016 21:36 WIB

Kepala BNPB Willem Rampangilei saat tiba di Bandara Iskandar, Pangkalan Bun, Kamis 11 Agustus 2016 (Alex Gunawan/KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Pangkalan Bun- Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menempatkan empat unit helikopter di Kalimantan Tengah untuk antisipasi kebakaran lahan dan hutan. Kepala BNPB Willem Rampangilei mengatakan, dua unit ditempatkan di Palangkaraya dan dua unit ditempatkan di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat.

Empat unit helikopter ini bakal digunakan untuk patroli dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Areal yang harus dicover sangat luas, sehingga helikopter merupakan satu sarana yang paling efektif, paling cepat, untuk melakukan baik untuk patroli maupun water bombing," kata dia Kamis (11/08/2016).

Menurut Willem, ini dilakukan juga dalam rangka memback up daerah-daerah yang belum menganggarkan penanganan bencana alam. 

Tahun lalu bencana karhutla telah menghanguskan hampir 15 ribu hektar lahan di Kalteng. Sementara untuk antisipasi tahun ini, pemprov menganggarkan dana hingga Rp 1 miliar. Pemprov berdasar prediksi BMKG setempat juga telah menetapkan status siaga darurat karhutla dari Juli hingga Oktober mendatang. 

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi