Sejumlah atap ruko dan rumah di Pontianak, Kalbar berserakan di jalan akibat dihantam angin puting beliung. ( Foto : KBR/Edho Sinaga)


KBR, Pontianak– Sejumlah rumah semi permanen dan kanopi ruko di dua lokasi berbeda di Pontianak, Kalimantan Barat  hancur dihantam angin puting beliung sekira pukul 16.00 WIB, Selasa (30/08/2016).

Salah seorang saksi mata di Jalan Gusti Hamzah kawasan pertokoan Pancasila Pontianak, Dedi mengatakan, kejadian itu bermula saat cuaca panas yang tiba-tiba berubah menjadi gerimis disertai angin kencang. Ia dan warga lain yang melintas kemudian ketakutan dan menyelamatkan diri ketika melihat ada angin putar atau puting beliung yang menghantam sejumlah atap serta kanopi.

Angin itu kata Dedi, menghempaskan sejumlah kanopi dari belasan ruko, sejauh 20 meter dan menutup badan jalan raya Gusti Hamzah.

“Angin putar aja kan. Menghantam kantor kemudian menghantam bangunan ini. (hujan tidak ada pak?) Hujan tidak ada cuma angin saja, angin bukan kuat lagi kita saja bergerak kok (terkena hempasan angin). Kalau jam kita tidak lihat ya, pokoknya kejadiannya setengah jam yang lalu,” kata Dedi di Pontianak, Selasa (30/08/2016) sore.

Kejadian alam ini  juga terjadi hampir di setiap wilayah Kota Pontianak. Namun yang terparah yakni di  kawasan Jeruju Jalan Kom Yos Sudarso, tepatnya di Gang Timun.  Sebanyak 17 rumah semi permanen hancur dan terhempas akibat angin sangat kencang itu. Juanda salah seorang pemilik rumah mengatakan, pada saat angin kencang ia sedang terlelap, sedangkan istrinya sedang mencuci pakaian. Tiba-tiba saja, angin kencang datang dan menghempaskan atap rumahnya bahkan badan rumah pun ikut terangkat ke udara.


“Pas kejadian ada tidur tidak kerja hari ini, tiba-tiba anginnya kuat dan kencang, seng nya pun terangkat. Saya berempat sama anak dan istri dirumah ini kaget, padahal hujan hanya gerimis saja tidak kencang, tapi angin yang kencang. Angin putar, itungan per detik saja, habis terangkat semua. Saya hanya menyelamatkan anak-anak saja tadi, tidak sempat menyelematkan harta benda,” kata Juanda.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Utin Srilena yang meninjau lokasi  memberikan bantuan pembongkaran saja serta menarik sejumlah puing-puing atap rumah dan kanopi di badan jalan untuk digeser ke tepi jalan, agar lalu lintas bisa kembali normal.

“Ini ada kejadian bencana alam puting beliung. Atap yang berserakan di jalan ini sepertinya dari laundry karena ada pakaian juga yang berterbangan tadi. Kalau dari Dishub penanganannya lalu lintas, sementara ini ditutup jalan dari arah Sungai jawi ke Pancasila,” kata Utin Srilena.

Sejumlah warga yang rumahnya hancur dihantam angin puting beliung dievakuasi sementara ke rumah keluarganya, sedangkan untuk proses pembersihan masih dilakukan oleh Basarnas Kalbar dan sejumlah dinas. Belum ada informasi mengenai korban jiwa dan luka-luka akibat bencana angin puting beliung ini.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!