Abrasi Pantai, Belasan Rumah Warga Perbatasan Terancam Ambruk

Salah satu penyebabnya yaitu hujan deras yang sudah berlangsung dalam 2 minggu terakhir di sana.

Selasa, 16 Agus 2016 10:02 WIB

Rumah salah satu warga di Sebatik. Foto: Adhima/KBR

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Nunukan- Belasan rumah warga di wilayah perbatasan di Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara terancam ambruk dan satu lainnya sudah ambruk karena abrasi pantai. Salah satu penyebabnya yaitu hujan deras yang sudah berlangsung dalam 2 minggu terakhir di sana.


Salah satu warga Kecamatan Sebatik mengatakan sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah rumahnya ambruk.

“Padahal kami sudah pancang di luar, 76 itu beton. Itukan kami mencegah, akhirnya terjadi juga. Jadi mandi, cuci, kakus (MCK) itu kan sudah mulai terkikis, jadi gantung dia," ujar Hani Selasa (16/08/2016).

Menanggapi hal itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nunukan mengimbau warga agar mengungsi. Terutama saat terjadi hujan yang bisa mengakibatkan longsor sewaktu-waktu.

Baca juga:

Editor: Sasmito 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Ombudsman Sebut Ada Indikasi Maladministrasi Dalam Kecelakaan Kerja Konstruksi

  • KPU Tegaskan Akan Berikan Sanksi Bagi Parpol yang Pakai Gambar Presiden
  • Petani Garam Jatim Akan Layangkan Surat Protes ke Jokowi

Di Indonesia jumlah penduduknya adalah 250 juta penduduk dengan investor atau investasi di pasar modal adalah 1 juta orang saja yang berinvestasi.