Kakek Ambari, warga Kelurahan Pelandakan, Kecamatan Harjamukti, Cirebon. Foto: Frans Mokalu/KBR

KBR, Cirebon - Kakek berusia 90 tahun, Ambari, akhirnya bisa berangkat Mekah pada September mendatang. Warga kelurahan Pelandakan, Kecamatan Harjamukti, Cirebon, ini akan menunaikan ibadah haji setelah mengumpulkan uang koin selama 60 tahun.

"Saya buat celengan dari kaleng biskuit. Hasil dari panen berapa pun itu saya masukan ke celengan, mau satu sen atau satu setip," katanya, saat ditemui di kediamannya, Kamis 04/08/2016.

Tekadnya ibadah haji, termotivasi dari orangtuanya yaitu H. Ahmad yang terlebih dahulu menunaikan ibadah haji saat ia berusia 30 tahun. Uang koin itu, kata dia, dikumpulkan di celengan yang ia buat sendiri sejak zaman Presiden Sukarno.

"Dari zaman Presiden Sukarno masih muda saya sudah nabung. Sambil ikut berperang saya juga menyempatkan diri menabung," ujarnya.

Dia mengaku tidak mau menerima sepeser pun uang jasa dari pemerintah atas perjuangannya membela negara. "Saya ikhlas bela negara. Waktu muda saya tidak ikut wajib militer hanya petani biasa yang siap bertempur melawan penjajah," ungkapnya.

Belakangan, uang koin itu ia tukarkan ke toko loak atau kolektor. "Di zaman sekarang uang yang saya simpan sudah tidak laku, jadi saya jual ke kolektor. Hasil dari penjualan itu ditabung lagi," ujarnya.

Akhirnya, ia pun berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk memberangkatkannya ke tanah suci yakni sebesar Rp35 juta.

"Saya bayar biaya haji tunai, tahun ini juga saya berangkat," katanya.

Sementara, Asrifah  anak kakek Ambari mengaku, senang karena berkat keuletan dan ketekunan ayahnya dalam menabung, akhirnya bisa berangkat menunaikan ibadah haji.

"Alhamdulillah bapak bisa berangkat naik haji. Walaupun saya belum bisa membantu, tapi Bapak bisa mandiri mengumpulkan uang," katanya.

Ia pun berharap, suatu saat nanti bisa berangkat haji seperti ayahnya.

"Saya minta doanya sama Bapak, supaya bisa berangjat naik haji seperti Bapak," ujarnya.




Editor: Quinawaty
 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!