KTP bagi penganut kepercayaan. (Foto: KBR/M. Ridlo)



KBR, Cilacap–
Sebanyak 13 sekolah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah tahun ajaran 2016-2017 ini membuka kelas untuk pelajaran Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sekretaris Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI)  Cilacap, Muslam Hadiwiguna Putra mengatakan 13 sekolah ini  dari tingkat sekolah dasar hingga SLTA   tersebar di delapan kecamatan. Yakni Kecamatan Wanareja, Cipari, Sidareja, Kedungreja, Gandrungmangu, Bantarsari, Cilacap Kota dan Kecamatan Adipala.
 
Muslam merinci, sekolah dasar yang mengadakan pelajaran kepercayaan adalah SDN 3 Purwasari Kecamatan Cipari, SDN 4 Karanganyar dan SDN 1 Margasari Kecamatan Sidareja. Selanjutnya, SMPN 1 Cipari, SMPN 3 Kedungreja, SMPN 3 Gandrungmangu, SMP Satu Atap Gandrungmangu, SMPN 1 Jeruklegi, SMPN 1 Adipala dan SMPN 2 Adipala.
 
Sedangkan di tingkat SLTA, sekolah yang membuka kelas pelajaran kepercayaan adalah SMAN 1 Bantarsari, SMAN 1 Cilacap, SMK 1 Yos Sudarso Sidareja.

Di 13 sekolah tersebut terdapat 25 siswa yang meminta secara khusus agar sekolahnya mengadakan pelajaran kepercayaan.
 
"Tahun ajaran baru. Mulai Juli kemarin sudah ada 13 sekolah yang resmi (membuka kelas pelajaran kepercayaan), yang tersebar di beberapa kecamatan. Siswanya masing-masing ada yang satu anak, dua anak, ada yang lima anak. Kebetulan yang terbanyak (siswanya) ada di Kecamatan Adipala, yakni SMPN 1 dan SMPN 2." Urai Sekretaris Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI)  Cilacap, Muslam Hadiwiguna Putra, Selasa (23/08).
 
Lebih lanjut Muslam menjelaskan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar, MLKI menyiapkan 10 tenaga pengajar. Namun, sementara ini, baru enam pengajar yang aktif, termasuk dia. Muslam menyebut, para guru kepercayaan akan mengajar di lokasi terdekat dari rumahnya.
 
Muslam menambahkan, tahun lalu di Cilacap baru ada tiga sekolah yang membuka kelas pelajaran penghayat kepercayaan. Kata dia, tahun ini meningkat signifikan. Sebab, dari delapan sekolah yang direncanakan membuka kelas kepercayaan, nyatanya ada 13 sekolah yang terealisir.

Editor: Rony Sitanggang

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!