Seluruh Petugas RSUP NTB Dikerahkan Antisipasi Lonjakan Pasien Korban Gempa

Seluruh petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB disiagakan pasca-gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali pada Minggu (29/7/2018) pagi.

Senin, 30 Jul 2018 14:32 WIB

Warga mendapat perawatan di tenda pengungsian pascagempa di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7). (Foto: ANTARA/ A Subaidi)

KBR, Mataram - Seluruh petugas kesehatan di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB disiagakan pasca-gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Bali pada Minggu (29/7/2018) pagi. Bahkan, pengerahan tenaga medis itu juga diberlakukan bagi petugas yang sedang tidak mendapat giliran jaga atau shift. Langkah ini untuk mengantisipasi banyaknya pasien rujukan baik dari Kabupaten Lombok Timur maupun Lombok Utara.

Tak hanya itu, menurut Wakil Direktur Pelayanan RSUP NTB Agus Rusdhy, pengelola rumah sakit juga menambah tempat tidur di beberapa kamar. Sebabnya, masih ada ratusan pendaki yang akan dievakuasi dari Rinjani. Sementara itu, RSUP NTB menugaskan dua petugas kesehatan ke lokasi gempa untuk membantu memberikan perawatan.

"Sekarang kami sudah menyiapkan 534 yang masih bertahan di Rinjani. Kami sudah siapkan ruangannya mulai dari UGD. Hari ini kami siagakan seluruh petugas yang tidak shift mulai dari perawat, dokter dan tim juga sudah kami kirimkan dan Insya Allah kami siapkan juga mungkin beberapa ruangan yang kami akan tambah tempat tidurnya," terang Agus Rusdhy di Mataram, Senin (30/7/2018).

Ia menyebutkan, pengelola RSUP NTB sudah menyiapkan obat-obatan yang banyak dibutuhkan pasien korban gempa. Agus pun memastikan, pelayanan kepada pasien baik yang regular maupun korban gempa akan tetap maksimal.

Hingga Senin (30/7/2018) pagi, ada 15 korban gempa bumi di Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara yang sudah dirujuk ke RSUP NTB. Rata-rata kondisi korban mengalami cedera kepala, patah tulang dan luka terbuka. Selain masyarakat setempat, RSUP NTB juga merawat tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.

Belasan korban gempa bumi yang dirujuk ke RSUP NTB ini, berdatangan sejak pukul 12.00 siang Minggu (29/7/2018) kemarin. Saat ini, pihak rumah sakit masih menunggu kedatangan jenazah WNA Malaysia yang rencananya dibawa ke RSUP NTB dan selanjutnya dipulangkan ke negara asalnya. Hal ini berdasarkan koordinasi dengan Kedutaan Malaysia di Indonesia.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.