Puting Beliung Terjang Puluhan Rumah, Ini Imbauan BPBD Aceh

"Masyarakat harus waspada karena ini kejadiannya masih terjadi dalam 2 hari ke depan dan berpotensi angin kencang."

Selasa, 10 Jul 2018 22:05 WIB

Bangunan rumah warga ambruk akibat angin puting beliung yang menerjang Aceh. (Foto: BPBA)

KBR, Aceh – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap bencana angin puting beliung di provinsi tersebut. Sebab kata Kepala Pelaksana BPBA Teuku Ahmad Dede, gangguan cuaca buruk diperkirakan masih akan berlanjut hingga dua hari ke depan.

"Masyarakat harus waspada karena ini kejadiannya masih terjadi dalam 2 hari ke depan dan berpotensi angin kencang. Jadi, untuk waspada terutama untuk pohon-pohon dan baliho yang berpotensi menimpa rumah," kata Teuku Ahmad Dadek kepada KBR, Selasa (10/7/2018).

Warga pun diminta mewaspadai ancaman badai kencang dan cuaca ekstrem. Hingga Selasa (10/7/2018), bangunan rumah yang ruak akibat terjangan angin puting beliung di Aceh bertambah mencapai 26 unit.

"Kepada pengendara juga kalau terjadi angin kencang itu disarankan untuk berhenti dulu, jangan masuk dulu terutama di jalan-jalan yang banyak pohon cemaranya karena pohon cemara itu rawan tumbang."

Ia menambahkan, penghitungan sementara memperkirakan angka kerugian materiil akibat angin kencang yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Aceh itu mencapai miliran Rupiah. Selain merusak rumah warga, angin puting beliung juga merobohkan baliho dan menerjang fasilitas umum seperti rumah ibadah dan perkantoran.

"Kami lagi mendata secara menyeluruh kerugian yang dialami akibat rumah rusak. Dan sekarang tim juga sudah bersiaga di sejumlah titik, apalagi setelah adanya warga yang meninggal dunia tertimpa pohon tumbang di jalan raya perkotaan setempat," terang Ahmad Dadek.

Adapun titik rawan angin puting beliung itu tersebar di Kabupaten Pidie, Aceh Besar, Aceh barat Daya, Aceh Utara, Bireun, dan Lhokseumawe.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.