Pasca-Kapal Sinar Bangun Tenggelam, Kunjungan Wisata di Danau Toba Turun

"Kita ingin menunjukkan kepada dunia, kita tidak mau terpuruk. Kita harus bangkit,"

Kamis, 05 Jul 2018 12:08 WIB

Keluarga korban KM Sinar Bangun melakukan tabur bunga di lokasi kapal tenggelam. (Foto: Antara)

KBR, Samosir- Pascaperistiwa tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Senin (18/6/2018). Pemerintah Kabupaten Samosir melakukan evaluasi  untuk membangkitkan kunjungan wisatawan yang diklaim turun hingga 60 persen setelah peristiwa memilukan itu.

Kepala Dinas Pariwisata Samosir Ombang Siboro mengatakan, kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun yang menelan korban hingga seratusan orang berdampak pada sektor parawisata.

"Keadaan ini menjadi momentum untuk memperingatkan semua. Jadi cermin besar kita untuk berkaca. Sebenarnya ini seperti apa. Itu sudah disadari pelaku pariwisata dan sektor terkait," kata Ombang, Rabu (4/7/2018).

Lanjut Ombang, Dinas Pariwisata Samosir sudah melakukan pertemuan dengan para stakeholder yang turut andil dalam parawisata tentang perbaikan dari berbagai sektor. Dia  berkomitmen untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang ada di Samosir.

"Kita ingin menunjukkan kepada dunia, kita tidak mau terpuruk. Kita harus bangkit," ujar Ombang.

Ombang mengaku hari ini mereka telah menggelar rapat soal penanganan transportasi darat dan danau di wilayah Samosir.

"Kami akan mendesak agar ada perbaikan pelaksanaan regulasi dan kewenangan yang ada di sana. Setiap dermaga utama itu ada syahbandar yang berkuasa untuk mengontrol. Selama ini terabaikan," ungkap Ombang.

Bukan hanya itu, Dinas Pariwisata Samosir meminta agar dermaga yang ada di wilayah Danau Toba diperbaiki, dan harus berwajah pariwisata.

"Selama ini dermaga-dermaga yang ada di Samosir memang hanya untuk sebatas sebagai tempat bersandarnya kapal angkutan barang dan orang. Kita ingin dermaga yang multilevel. Sekarang ini kan cuma satu level hanya untuk kapal besar," tuturnya.

Nantinya transportasi air yang ada di Danau Toba juga akan disertifikasi. Termasuk standar operasi kapal-kapal yang ada di kawasan wisata Danau Toba.

Akibat dari tragedi KM Sinar Bangun, beberapa even di Danau Toba diundur. Masyarakat di Tomok, Samosir, ingin menghormati bencana yang baru terjadi. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Samosir akan menggelar Samosir Music Internasional pada 28 Agustus mendatang. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Pemilihan umum 2019 memang masih satu tahun lagi. Namun hingar bingar mengenai pesta akbar demokrasi m ilik rakyat Indonesia ini sudah mulai terasa saat ini.