Gunakan Helikopter, Tim SAR Evakuasi Jenazah Pendaki Korban Gempa di Gunung Rinjani

Korban bernama M Ainul Taksima usia 25 tahun. Penyebab kematiannya karena terkena batuan longsor di wilayah Rinjani.

Selasa, 31 Jul 2018 13:11 WIB

Proses evakuasi jenazah pendaki gunung Rinjani, korban gempa 6,4 SR, Selasa (31/07). (Foto: KBR/Zainudin Syafari)

KBR, Mataram- Sebanyak tiga orang pendaki yang terjebak di jembatan Pelawangan menuju danau Segara Anak atau di wilayah Purian KM 10 serta satu jenazah korban yang meninggal dunia di Rinjani berhasil dievakuasi oleh tim SAR. Tim SAR gabungan yang berjumlah sekitar 30 orang  mulai bergerak pada Selasa (31/7) pada pukul 06.30 Wita menuju posisi pendaki yang belum dievakuasi.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas Bambang Suryo Aji  menerangkan, setelah satu jam melakukan perjalanan, tim SAR tiba di lokasi pukul 07.30 Wita. Di sana tim menemukan jenazah pendaki asal Makassar, Sulsel yang sudah meninggal dunia.

Korban bernama M Ainul Taksima usia 25 tahun. Penyebab kematiannya karena  terkena batuan longsor di wilayah Rinjani.


(Pendaki Gunung Rinjani yang terjebak longsor akibat gempa bumi, Suharti (tengah), turun dari helikopter setelah berhasil dievakuasi dan tiba di Lapangan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Selasa (31/7).)


Pada pukul 09.40 Wita, tiga korban berhasil dievakuasi menggunakan hellikopter yang mendarat di lapangan Sembalun. Selanjutnya korban dibawa menuju posko Sembalun untuk pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Korban selanjutnya langsung dibawa ke Puskesmas Sembalun. Sisa korban yang berjumlah 3 orang dievakuasi melalui jalur darat oleh tim SAR gabungan.

Dengan telah berakhirnya proses evakuasi pendaki di Rinjani hari ini, praktis sudah tidak ada lagi pendaki yang terjebak di gunung Rinjani.

 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.