Gempa 6,4 SR di NTB, Dua Heli Siap Jemput Ratusan Pendaki yang Terjebak di Gunung Rinjani

"ada 35 personil Basarnas diterjunkan ke Rinjani,”

Senin, 30 Jul 2018 10:44 WIB

Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7). (Foto: Antara)

KBR, Mataram- Sebanyak dua unit pesawat helikopter akan berangkat hari ini untuk menjemput ratusan pendaki yang masih terjebak di KM 10 Pelawangan Gunung Rinjani. Mereka belum bisa turun gunung lantaran, sejumlah jalur pendakian terkena lonsor. Takut dengan keselamatan jiwanya, para pendaki memilih berdiam diri mencari tempat berlindung  sebelum tim penyelamat melakukan evakuasi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB Muhammad Rum mengatakan, dua unit pesawat heli tersebut didatangkan oleh BNPB guna mendukung upaya tim SAR dalam menyelamatkan para pendaki yang masih terjebak. Selain Basarnas, TNI-Polri,porter, relawan dan tim medis sudah mulai bergerak.

“Sedang melakukan evakuasi dan semoga cepat ada dua bantuan heli dari BNPB akan mem-backup teman-teman Basarnas Mataram. Ada 35 personil Basarnas diterjunkan ke Rinjani,” kata M Rum melalui sambungan telpon, Senin (30/07) siang.

Sementara informasi dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyebutkan, jumlah pengunjung yang naik sesuai daftar pengunjung adalah 820 orang. Pengunjung yang sudah terdaftar turun sampai dengan Minggu pukul 23.30 Wita sebanyak 680 orang. Sementara sisanya masih terjebak di jalur pendakian karena longsor berada di dua titik yaitu KM 10 jalur Sembalun dan wilayah- Batu Ceper sebanyak 40 orang.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".